English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Kartini-Kartini Kita



Ada banyak kartini-kartini di hadapan kita,namun saya agak tertarik dengan kartini-kartini berikut, wanita- wanita hebat yang telah merubah wajah sejarah di negeri Indonesia tercinta...,


1.Sri Rahayu Basuki


atau lebih dikenal dengan nama Yayuk Basuki (lahir pada 30 November 1970 di Yogyakarta) adalah pemain tenis dari Indonesia yang paling terkenal pada tahun 1990-an.
Ia memulai karir profesional pada tahun 1990. Pada tahun berikutnya, ia menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai turnamen profesional. Sepanjang karirnya, Yayuk berhasil memperoleh enam gelar tunggal Tur WTA dan sembilan gelar dari ganda. Prestasi terbaiknya dalam turnamen Grand Slam adalah mencapai babak perempat final Wimbledon pada tahun 1997. Ia pensiun dari karir profesional pada tahun 2004.
Peringkat tertinggi yang pernah dicapainya adalah posisi ke-19 untuk bagian tunggal dan ke-9 untuk bagian ganda. Jumlah uang yang diperolehinya selama karir adalah US$1.645.049.
Prestasi
• 1987: Perempat final Wimbeldon junior.
• 1991: Babak ketiga Wimbeldon Juara Patayya Terbuka
• 1992: Babak keempat Wimbeldon Juara Malaysia Terbuka
• 1993: Babak keempat Juara Pattaya Terbuka Juara Indonesia Terbuka
• 1994: Sampai babak keempat Juara Nokia Juara Indonesia Terbuka
• 1995: Atlet terbaik versi SIWO PWI jaya
o Semi final Indonesia Terbuka
o Babak ketiga Australia Terbuka
o Babak ketiga Toray Pan Pasifik
o Babak kedua Indian Wells
o Babak ketiga Lipton
o Babak kedua Piala Federasi
• 1996: Babak ketiga Tasmania Terbuka
o Babak ketiga Australia terbuka
o Babak ketiga Perancis terbuka
o Menang atas Iva Majoli dalam Kanada Terbuka
• 1997: Babak kedua Australia Terbuka
o Perempat final Perancis Terbuka
o Peringkat 21 WTA
o Peringkat 22 WTA
o Delapan besar Wimbledon
o Beberapa prestasi ganda lain.


2.Susi Susanti
Peraih Emas Pertama Olimpiade




Masa keemasannya yang berlangsung cukup panjang, berpuncak pada juara tunggal putri bulutangkis Olimpiade Barcelona, Spanyol (1992). Dia peraih emas pertama Indonesia di Olimpiade. Ketika itu Alan, pacarnya, juga juara di tunggal putra sehingga media asing menjuluki mereka sebagai "Pengantin Olimpiade". Predikat pengantin ini rupanya terus melekat, terbukti saat mereka dipercaya menjadi pembawa obor Olimpiade Athena 2004.

Prestasi yang mengharumkan nama bangsa juga diukir oleh Susi dengan meraih sederetan kejuaraan. Dia menjuarai All England empat kali (1990, 1991, 1993, 1994). Sang juara yang punya semangat pantang menyerah ini selalu menjadi ujung tombak tim Piala Sudirman dan Piala Uber. Juga juara dunia (1993) dan puluhan gelar seri grand prix.

Kiprah Susi Susanti di dunia olahraga bulutangkis Indonesia memang luar biasa. Dalam setiap pertandingan, ia menunjukkan sikap tenang bahkan terlihat tanpa emosi di saat-saat angka penentuan. Semangatnya yang pantang menyerah meski angkanya tertinggal jauh dari lawan membuat banyak pendukungnya menaruh percaya bahwa Susi pasti menang.

Berkat kegigihan dan ketekunannya, perempuan kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971 ini turut menyumbang sukses tahun 1989 ketika Piala Sudirman direbut tim Indonesia untuk pertama kalinya dan sampai sekarang belum lagi berulang. Dia pun turut menorehkan sukses saat merebut Piala Uber tahun 1994 dan 1996 setelah piala itu absen lama dari Indonesia.

3.Marsinah (10 April 1969?–Mei 1993)




Marsinah adalah seorang aktivis dan buruh pabrik PT. Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari. Mayatnya ditemukan di hutan di Dusun Jegong Kecamatan Wilangan Nganjuk, dengan tanda-tanda bekas penyiksaan berat.Awal tahun 1993, Gubernur KDH TK I Jawa Timur mengeluarkan surat edaran No. 50/Th. 1992 yang berisi himbauan kepada pengusaha agar menaikkan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% gaji pokok. Himbauan tersebut tentunya disambut dengan senang hati oleh karyawan, namun di sisi pengusaha berarti tambahannya beban pengeluaran perusahaan. Pada pertengahan April 1993, Karyawan PT. Catur Putera Surya (PT. CPS) Porong membahas Surat Edaran tersebut dengan resah. Akhirnya, karyawan PT. CPS memutuskan untuk unjuk rasa tanggal 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan upah dari Rp 1700 menjadi Rp 2250.

Tahun 1994, dibentuk Komite Solidaritas Untuk Marsinah (KASUM). KASUM adalah komite yang didirikan oleh 10 LSM. KASUM merupakan lembaga yang ditujukan khusus untuk mengadvokasi dan investigasi kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah oleh Aparat Militer. KASUM melakukan berbagai aktifitas untuk mendorong perubahan and menghentikan intervensi militer dalam penyelesaian perselisihan perburuhan. Munir menjadi salah seorang pengacara buruh PT. CPS melawan Kodam V/Brawijaya atas tindak kekerasan dan pembunuhan terhadap Marsinah.
Tahun 1995 Almarhum mendapatkan Penghargaan Yap Thiam Hien (bahasa Inggris: Yap Thiam Hien Award) adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia kepada orang-orang yang berjasa besar dalam upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia.


4.Siti Musdah Mulia
Muslimah yang Berani Bersuara


Prof Dr Siti Musdah Mulia, MA, salah satu feminis Muslim terkemuka di Asia, menerima penghargaan Yap Thiam Hien 2008. Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 3 Maret 1958, itu dinilai sebagai sosok muslimah yang ”mau dan berani bersuara”, yang menjadikan Islam sebagai komunitas yang teduh, dialogis, dan inklusif.
Ketika penghargaan Yap Thiam Hien diserahkan pada Rabu (10/12/2008) malam, Prof Dr Siti Musdah Mulia, MA sebagai penerima masih berada di Tanah Suci untuk ibadah haji.

Penggagas penghargaan tersebut, Todung Mulya Lubis, dalam sambutannya mengatakan, Musdah adalah sosok yang ”mau dan berani bersuara”, yang menjadikan Islam sebagai komunitas yang teduh, dialogis, dan inklusif.

”Untuk saya, hakikat penghargaan ini adalah untuk semua yang selama ini telah membangun komitmen untuk orang-orang yang terdiskriminasi dan termarjinalkan. Ini sekaligus mengingatkan untuk selalu bekerja bersama,” kata Musdah, Rabu (17/12) siang di kantornya di Indonesian Conference on Religion and Peace di kawasan Cempaka Putih, Jakarta.

Sebagai pemikir Islam dan aktivis sosial, Musdah selalu menggunakan cara berpikir kritis dan rasional dalam melihat berbagai persoalan, terutama ancaman terhadap keberagaman Indonesia. Dia juga gigih memperjuangkan keadilan dan kesetaraan jender, membela hak-hak kelompok minoritas, dan melakukan dialog antaragama.

Akibat kelantangannya, dia kerap ditegur petinggi di Departemen Agama, dikecam rekannya sesama dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan beberapa tokoh masyarakat ”menasihati” supaya dia tidak terlalu lantang karena masih muda dan kariernya masih panjang.
Siti Musdah Mulia (50) dikenal sebagai salah satu feminis Muslim terkemuka di Asia. Ahli Peneliti Utama itu terus mengkaji teks literatur Islam secara kritis untuk menghapuskan ketimpangan jender dalam ajaran pokok Islam. Itulah salah satu caranya memperjuangkan kesetaraan dan keadilan antarsesama manusia dan sesama ciptaan-Nya. Buku-buku karyanya terus bermunculan.

Musdah dikenal sebagai tokoh perdamaian dan nirkekerasan yang secara konsisten membangun jembatan antariman, keyakinan, dan budaya di Indonesia dan memiliki komitmen kuat pada kemanusiaan tak bersekat. Ia termasuk satu dari sedikit tokoh yang berani membela agama-agama lokal dan mereka yang dituduh menghina agama resmi.

Kerja besar itu bukan tak menuai kontroversi. Dia menjadi sasaran terdepan dari mereka yang memiliki motif politik tertentu. Namun, Musdah tak mau ditundukkan rasa takut. Bagi dia, membela keberagaman Indonesia seharusnya dilakukan oleh setiap warga negara yang memahami sejarah negeri ini.

Dia juga berani membela korban yang secara politik terus mengalami stigmatisasi karena pernah mengalami situasi yang sama ketika ayahnya menjadi anggota DI/TII. ”Dalam politik selalu ada yang harus dirugikan,” katanya.

Dilahirkan sebagai anak kedua dari enam bersaudara, Musdah kecil bercita-cita menjadi dokter. ”Tetapi, mana mungkin karena sejak kecil saya harus belajar agama di madrasah,” kenangnya.

Kakek dan neneknya sangat tradisional. Ia sempat dilarang ikut MTQ setelah kelas IV SD, karena kata kakeknya, perempuan itu suaranya aurat. Ia dilarang ikut lomba baca puisi Arab waktu kuliah di Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab dengan alasan sama. Setelah lulus kuliah, ia dilarang bekerja di BKKBN yang dikatakan kakeknya sebagai lembaga sekuler.

Neneknya melarangnya tertawa keras. ”Katanya, suara tawa perempuan mengundang setan,” kenang Musdah. ”Nenek juga melarang makan beberapa jenis ikan yang mengandung hormon tinggi supaya tidak genit,” kenang ibu dari dua anak itu.

Sejak berusia 14 tahun, setiap malam ia harus mengenakan setagen 2 meter supaya pinggangnya tetap kecil. Karena khawatir tingginya menjulang seperti tiang listrik, setiap Jumat malam sang nenek menyuruhnya menjinjing lesung mengelilingi rumah tujuh kali sambil membaca selawat. Neneknya menunggu di depan rumah.

Sang nenek ini mengirim ibunya ke pesantren tradisional di kota. ”Ibu saya adalah perempuan pertama yang keluar dari desa. Nenek tak peduli kata tetangga,” kenang Musdah.

”Mertua saya adalah Tuan Guru dari Bima yang tidak berpoligami. Beliau sangat bijak. Ucapan dan tindakannya seirama,” ujarnya tentang ayah dari sang suami, Prof Dr Ahmad Thib Raya, MA.

Hobinya berkebun dan mendengarkan Mozart serta instrumen piano dari Richard Clayderman di kala senggang tak pernah boleh dirusak oleh suasana di luar. Ia senantiasa melindungi diri dengan keyakinannya akan kebenaran, kebahagiaan, dan cinta karena dukungan yang terus mengalir dan menguatkan, khususnya dari keluarga.

5.Herawati Sudoyo
Peletak Dasar Pemeriksaan DNA Forensik


Bercita-cita jadi arsitek, tapi jalan hidupnya menjadi dokter dan peneliti. Dosen FK-UI ini pun justru bersyukur karena bertemu banyak persoalan kemanusiaan. dr Herawati Sudoyo, MS, PhD kelahiran Pare, 2 November 1951, ini pun telah membuat terobosan dalam ilmu pengetahuan dengan meletakkan dasar pemeriksaan DNA forensik untuk identifikasi pelaku bom bunuh diri. Atas prestasi itu ia menjadi salah satu dari empat penerima Habibie Award 2008.
Metode Hera berawal dari ledakan bom bunuh diri di depan Kedutaan Besar Australia, 9 September 2004. Saat itu pihak kepolisian ditantang untuk segera mengidentifikasi pelaku dan mengungkap kelompok di baliknya.
Kejadian itu menewaskan 10 korban dan mencederai lebih dari 180 orang. Mobil boks yang mengangkut bom hancur total dan tak ada bagian tubuh yang memungkinkan untuk diidentifikasi dengan metode konvensional, seperti sidik jari, profil gigi, apalagi pengenalan wajah. Persoalan berikutnya, bagaimana menentukan mana pelaku dan mana korban?

Solusi persoalan pertama adalah identifikasi DNA. Singkatan dari deoxyribonucleic acid, DNA adalah rantai informasi genetik yang diturunkan. DNA inti mengandung informasi dari orangtua: ayah dan ibu.

Persoalan kedua diatasi dengan mengembangkan strategi pengumpulan dan pemeriksaan serpihan tubuh berbasis prediksi trajektori ledakan bom dan posisi pelaku. Sebagai orang yang paling dekat dengan bom, serpihan pelaku akan terlontar lebih jauh dibanding serpihan korban.

Teori yang dikembangkan tim Hera bersama Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri ternyata betul. Jaringan tubuh yang berasal dari tempat-tempat terjauh memiliki profil DNA yang sama. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan profil DNA keluarga dekat yang dicurigai. Kurang dari dua minggu, tim gabungan Eijkman-Polri berhasil mengidentifikasi pelakunya.


6.Sri Kumalaningsih


merupakan guru besar Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Perempuan bergelar profesor ini merupakan tokoh perempuan di bidang pengembangan teknologi pangan, khususnya pangan tradisional
Terkenang masa kecilnya dari golongan orang tak punya, Prof Sri Kumalaningsih terus berkarya memuat inovasi di bidang pangan dan obat-obatan dari lingkungan alam sekitar. Dia pun terus kampanye mengajak masyarakat dan ilmuan memajukan industri pertanian. Usahanya itu menahbiskan dirinya sebagai wanita Iptek Indonesia dengan berbagai penghargaan.

Penampilan Prof Sri masih energik di usianya yang sudah menginjak 67 tahun pada April 2009. Gaya bicaranya bersemangat. Terkadang meledak-ledak. Tatapan matanya di balik kacamata tebal yang dipakainya juga masih tajam. Saat bercerita tentang perjalanan hidupnya
beberapa contoh upaya Prof Sri dalam memanfaatkan sumberdaya alam Indonesia yang melimpah adalah melakukan rekayasa pengolahan keripik buah dengan metode Vacum Frying. Dia pulalah yang melakukan penelitian dan pembuatan alat skala laboratorium pertama kali. Itu dia lakukan tahun 2000 lalu. Dari hasil penelitian itu, hingga saat ini muncul berbagai keripik buah dan keripik sayur.
Di kalangan pelaku usaha dan konsumen obat alami, pasti mengenal Virgin Coconut Oil (VCO). Prof Sri merupakan salah seorang yang berperan dalam munculnya VCO tersebut. Rekayasa pengolahan kelapa menjadi minyak sehat itu dia lakukan 2001 lalu.
Seperti merasa sayang dengan segala potensi alam Indonersia, Prof Sri juga memanfaatkan Kacang Tunggak sebagai objek penelitiannya. Hasilnya, pada 2003 lalu, dia menghasilkan tepung probiotik instan dari Kacang Tunggak.

Limbah juga menjadi sasaran penelitian tuntas yang dia lakukan. Contohnya adalah limbah abon menjadi bubuk flavour (penguat rasa). “Banyak sekali, kalau saya ceritakan semua, bingung sendiri nanti kamu menulisnya,” kata perempuan yang pernah mengikuti Konggres Wanita Internasional di Beijing pada 1995 lalu itu.
Soal menulis buku, produktivitas Prof Sri juga layak diacungi jempol. Hingga kini, lima buku untuk publik telah dia tulis dan terbitkan. Pada 2004 lalu, Prof Sri merilis buku Makanan Siap Saji. Medio 2005-2006, dua buku sekaligus dia terbitkan. Yakni Buah Tamarillo dan Ubi Jalar Ungu var Ayamurasaki. Pada 2006, dia menerbitkan buku Antioksidan Alami, Penangkal Radikal Bebas. Lalu, 2007 buku Sehat dan Bahagia Menjelang Menopause juga lahir dari tangannya. Tanggal 6 Januari , diterbitkan lagi buku Mindset Revolution: Cara Baru Melihat Peluang di Sekitar Anda.

7. Anda


Saya berharap andalah wanita-wanita hebat berikutnya, karna mereka telah membuktikan untuk sukses ternyata tidak berdasarkan
Gender
Ras
Keturunan
apalagi Shio dan Bintang


(*dari berbagai sumber)


whatever.....apapun yang terjadi hidup harus lebih baik



13 komentar:

bening mengatakan...

I hope so

Kucing Bunted mengatakan...

waahhh... yang nomer 3.Marsinah (10 April 1969?–Mei 1993)

gw suka tu lagu yang dibawaain sama MARJINAL...

Narti mengatakan...

wah mantep nih merangkumnya dari berbagai sumber, kayak baca sejarah lagi.
no.7 Anda.
waduh belum layak banget nih...
makasih sharingnya.

Inuel ^^ mengatakan...

thu yayuk basuki dah jadi kartini kartini yang laen,,akunya masih baru laer,,masih jkecil bgd,,imuet tentunya yah abang,,hehehehehe

Blog Sejarah mengatakan...

ayo para pria jgn kalah sama wanita donkk...ehehehh :D

Fia al Kurosawa mengatakan...

sapa ya yg ketujuh..? mari kaum perempuan mengisi hidup ini dengan prestasi dan jangan ngikut ma pria aja..qt musti tunjukkan bahwa qt juga bisa..I love bu Musdah..pernah bertemu di berbagai forum hi hi hi..

Pascal mengatakan...

bener neh, para cewek juga harus berprestasi di bidang apa aja deh... sesuka Anda hehehe...

si kumb@ng mengatakan...

@For ladies : Minimal jadi kartini di lingkungan kita....amin
@Sahabat bloggman: berarti jadi kartono dong ya ? :D

trimatra mengatakan...

yang terakhir tentulah bukan aku, kamu atau mereka tapi wanita itu adalah ibuku. Dia layak mendapatkan seribu penghargaan dariku....

Sandiwara Kita mengatakan...

Kartini, harus tetap menjadi simbol dari kesetaraan gender Indonesia..Saya sepakat itu.
Tapi, kartini-kartini muda harus hati-hati dengan liberalisme....

Postingan Keren Da..
Maaf hampir 10 hari saya tak beredar, ada kerjaan off-air luar kota...hahaha Sok sibuk ya?
Tapi memang demikian.

dentingjiwa mengatakan...

simbol emansipasi wanita Indonesia...
she is the best

mypage5 review mengatakan...

kartini, ingin kunikahi sosok wanita seperti mu. masih adakah di jaman sekarang?

شات مصري,شات بنات mengatakan...

http://www.hmsat1.com/

Posting Komentar

Pendapat sobat untuk hidup yang lebih baik lagi [no spam please]

Related Posts with Thumbnails