English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

True Lies (Kebohongan Sejati)



Yang ini bukan judul Film, apalagi judul menghujat, tapi sebuah pelajaran mengenai karakter yang di berikan oleh sang maestro Deddy Corbuzier, kali ini saya akan coba share bagaiman kita bisa mengetahui sifat seseorang melalui pandangan bola matanya.


Banyak orang mengatakan bahwa mata tidak dapat
berbohong. Benarkah pernyataan ini? Menurut saya, itu
sangat benar. Dan, bahkan ada cara untuk mengetahui kapan
seseorang jujur atau berbohong hanya lewat arah pandangan
matanya saja.
Namun, sebelumnya saya akan membahas sedikit
tentang persepsi manusia yang akan sangat berkaitan dengan
hal tersebut.
Pada dasarnya daya ingat manusia dibagi menjadi tiga
sudut pandang utama, yaitu:

1. Penglihatan/visual
Daya ingat jenis ini secara khusus mengingat atau merekam hal-hal yang sifatnya mengarah pada daya tarik mata saja, seperti warna, keadaan, tempat, suasana,
dan sebagainya. Misalnya, ketika Anda mengingat bagaimana bentuk kue ulang tahun Anda pada saat Anda berusia 17 tahun. Hal ini termasuk dalam sudut
pandang penglihatan.

2. Pendengaran
Daya ingat jenis ini secara khusus merekam hal-hal yang pernah didengar. Misalnya, nomor telepon atau alamat yang pernah ia terima. Hal ini kita sebut sebagai
sudut pandang pendengaran.

3. Peraba/Perasa
Daya ingat jenis ini secara khusus merekam hal-hal yang berhubungan dengan indra peraba, seperti rasa atau perasaan. Contoh, Anda ingat betapa dinginnya
dulu ketika Anda berlibur ke luar negeri saat musim salju. Atau, bagaimana rasanya ketika Anda dulu menikmati makanan yang rasanya begitu asam. Ketiga hal tersebut direkam di dalam otak manusia pada lokasi yang berbeda-beda. Namun demikian, perlu juga diketahui bahwa alam pikiran imajinasi manusia pun terbagi menjadi tiga sudut pandang yang sama persis seperti di atas.

Yang saya maksud adalah begini:
Bila Anda sedang membayangkan sesuatu di dalam pikiran Anda, secara tidak langsung Anda akan memikirkan salah satu atau beberapa gabungan dari ketiga sudut pandang di atas. Misalnya, ketika Anda memikirkan bagaimana rupa mobil Anda bila dicat
dengan warna kuning emas. Itu adalah sudut pandang penglihatan. Atau, bagaimana rasanya memakan es batu dengan campuran minuman beralkohol. Ini adalah sudut
pandang perasa. Uniknya, gerak mata kita secara bawah sadar pun dibagi ke dalam tiga sudut pandang ingatan dan tiga sudut pandang imajinasi. Kalau Anda tidak percaya, coba kita ikuti sedikit permainan berikut:
Saya ingin Anda sekarang mengingat bagaimana bentuk dan warna baju seragam Anda ketika masih duduk di bangku TK.
Sudah?
Sekarang, cobalah mengingat-ingat apa warna kotak pensil Anda sewaktu duduk di bangku SD dulu?
Sudah?
Kalau diperhatikan, Anda akan sadar bahwa ketika Anda sedang mengingat-ingat, 90% mata Anda akan mengarah ke kiri atas. Itu karena memang di sana lah tempat korteks sudut pandang visual ingatan Anda. Dengan demikian, secara bawah sadar Anda melihat ke arah tersebut. Mengapa demikian?
Itu adalah fakta psikologis dan biologis dari cara kerja otak manusia yang mengirimkan sinyal pada mata untuk melakukan kerja terbaiknya. Namun, kita tidak
akan membahas hal itu lebih jauh di sini. Seperti yang telah disebutkan, ingatan manusia mempunyai tiga sudut pandang yang berbeda. Ketiga sudut pandang tersebut, baik penglihatan, pendengaran maupun peraba/perasa memiliki korteks-korteks yang berbeda pada otak manusia. Dan, hal tersebut memengaruhi arah pandang mata pada manusia. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Penglihatan: Arah pandang mata ke kiri atas
2. Pendengaran: Arah pandang mata ke kiri tengah
3. Peraba/Perasa: Arah pandang mata ke kanan bawah.

Itu berarti, bila Anda sedang mencoba mengingat-ingat sesuatu, arah pandang mata Anda akan bergantung pada hal yang Anda pikirkan. Apakah itu lebih menyangkut visual,
pendengaran, atau peraba/perasa. Cobalah sekali lagi pada diri sendiri atau orang lain. Tanyakan hal-hal yang mengajaknya mengingat hal-hal yang bersifat penglihatan seperti contoh di atas. Contohnya, warna baju, warna kue ulang tahun, bagaimana bentuk rumahnya dulu, atau apa bentuk kotak pensil yang pernah ia gunakan
sewaktu duduk di bangku SD. Maka, 90% arah matanya akan menghadap ke kiri atas.
Kemudian, cobalah mengajukan pertanyaan yang membuat seseorang mengingat hal-hal yang berhubungan dengan masalah pendengaran, seperti "Masih ingatkah kamu sewaktu ibu guru di SMP dulu marah?
Apa yang dikatakannya?"
atau "Masih ingatkah bagaimana syair lagu favoritmu?"
Bila Anda perhatikan, kini matanya akan mengarah ke kiri tengah, yakni korteks pendengaran. Dan yang terakhir, cobalah mengajukan pertanyaan yang mengajak lawan bicara Anda mengingat hal-hal yang berhubungan dengan indra peraba/perasa, seperti rasa makanan, rasa minuman, atau juga suasana di suatu tempat yang dulu pernah ia tinggali, dan sebagainya. Perhatikan, kini matanya akan mengarah ke kanan bawah.
Jangan bertanya alasannya. Yang jelas, hal ini sungguh terjadi seperti yang saya katakan. Dan, bukan hanya itu saja, hal sebaliknya juga terjadi. Bila Anda ingin mengingat hal hal yang bersifat penglihatan, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengarahkan mata ke korteks penglihatan, yaitu kiri atas.
Dan, demikianlah selanjutnya, tergantung pada ingatan apa yang hendak Anda munculkan.
Mungkin, ini lah sebabnya terkadang seseorang kesulitan mengingat suatu hal karena ia mengarahkan matanya pada korteks yang salah. Jika hal ini terjadi, otak
tidak akan membantunya menemukan jawaban yang tepat.

Katakanlah, seseorang ingin mengingat kembali nomor telepon seorang teman yang baru saja disebutkan. Secara tidak sadar, ia justru mengarahkan matanya ke kanan bawah.
Akibatnya, nomor telepon itu sulit diingat kembali. Hal sebaliknya juga berlaku, yakni bila seseorang ingin mengingat suatu hal yang berhubungan dengan penglihatan. Maka, akan lebih mudah baginya bila ia mengarahkan mata ke kiri atas.
Kelambatan dalam proses mengingat akan terjadi bila ia salah mengarahkan matanya. Oleh karena itu, gunakan arah pandang mata Anda dengan tepat untuk mendapatkan hasil
yang maksimal tatkala ingin mengingat sesuatu. Lalu, pertanyaannya adalah: Mengapa kita harus membahas hal ini? Karena, ternyata ada hal yang sangat
menarik di balik semua ini. Hal itu adalah fakta di mana imajinasi juga dibagi menjadi tiga sudut pandang yang sama, namun dengan kerja otak yang berbeda!

Imajinasi

1. Penglihatan
Ini merupakan wilayah di mana Anda dapat membayangkan sesuatu yang berhubungan dengan
penglihatan. Misalnya, membayangkan bagaimana rupa Anda bila Anda berkepala botak dan berkumis. Atau, membayangkan bagaimana rupa seekor bebek yang
mempunyai empat kaki. Itu adalah imajinasi visual (berkaitan dengan korteks
penglihatan kanan atas).

2. Pendengaran
Ini adalah wilayah imajinasi yang berkaitan dengan media pendengaran (dengan korteks penglihatan kanan tengah). Misalnya, membayangkan suara gajah yang sedang marah atau bagaimana merdunya suara penyanyi favorit Anda.

3. Peraba/Perasa
Ini adalah wilayah imajinasi yang berkaitan dengan indra peraba/perasa (dengan korteks kiri bawah). Misalnya, membayangkan bagaimana rasanya bermain
hujan atau rasanya menikmati rujak yang sangat pedas, dan sebagainya.
Dengan kata lain, apabila manusia sedang memikirkan sesuatu dan ia harus bcrimajinasi maka matanya akan mengarah ke korteks yang berkaitan dengan jenis memori
tersebut! Dengan demikian, kita dapat mengetahui kapan seseorang sedang berusaha mengingat-ingat atau kapan ia sedang berimajinasi! Dan, kita dapat membedakannya lewat arah pandangan mereka.

Lalu, apa gunanya? Gunanya, kita dapat mengetahui kapan seseorang berkata jujur dan kapan seseorang berkata bohong karena pada saat berkata jujur ia akan menggunakan
korteks ingatannya, bukan korteks imajinasi!
Katakanlah, Anda bertanya pada seseorang tentang apa yang tadi ia kerjakan? Seharusnya ia berkata sambil mengarahkan matanya sedikit ke kiri atas atau ke kanan bawah (penglihatan/peraba); bukan ke arah yang lain. Akan tetapi, katakanlah ia mengarahkan mata ke kanan atas, itu berarti ia sedang berusaha berimajinasi atau mengarang cerita. Orang itu sedang berbohong kepada Anda!
Untuk mendapatkan contoh kasus lain, cobalah mengajukan pertanyaan "Bagaimana citarasa makanan yang tadi Anda coba?" Bila lawan bicara Anda jujur, matanya akan
mengarah ke kanan bawah (peraba), sedangkan bila ia berbohong, matanya akan mengarah ke kiri bawah.
Selain itu, Anda bisa mencoba bertanya, "Apa yang tadi dikatakan rekan kerja Anda di telepon?" Apabila lawan bicara Anda jujur, matanya akan mengarah ke kiri tengah, bukan ke kanan tengah! Itu karena, ia harus mengingat dan bukan
berimajinasi atau mengarang-ngarang. Jelaslah bahwa hal ini tidaklah secara langsung dapat dikatakan merupakan ilmu pasti atau sains. Akan tetapi, secara kenyataan fenomena ini sungguh terjadi pada cara otak manusia bekerja. Dan, dengan mengetahui cara kerja otak ini, Anda akan dengan jelas dapat mengetahui karakter
lawan bicara Anda.

Mata tidak dapat berbohong!

(sumber; Mantra Deddy Corbuzier)

be ispired
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik

5 komentar:

bening mengatakan...

dah lama pak jadi muridnya Deddy Corbuzier ???
he he he... piss :)

si kumb@ng mengatakan...

hmmmm...:)
Nanti kl ketemu ama kamu saya buktiin ya....:)

bening mengatakan...

key...
siapa takut????

ian mengatakan...

nanti kalo ditanya , saya tutup mata aja ahh :D

شات مصري,شات بنات mengatakan...

http://www.hmsat1.com/

Posting Komentar

Pendapat sobat untuk hidup yang lebih baik lagi [no spam please]

Related Posts with Thumbnails