English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Tips mengatasi trauma anak pasca bencana



Kejadian mengerikan saat bencana terjadi sangat terekam dalam ingatan anak. Terlebih jika ada keluarga yang meninggal. Bila terjadi penolakan atas kejadian itu di alam bawah sadarnya, maka efek yang ditimbulkan adalah seumur hidup ia tak akan melupakan hal itu.Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak lebih sensitif dan rentan terhadap trauma akibat bencana. Hal itu bisa mempengaruhi mental mereka hingga dewasa.

Hari pertama setelah bencana merupakan hari yang paling membingungkan bagi orang tua dan kerabat untuk menjelaskan pada anak-anak. Dalam buku Agar Badai Cepat Berlalu karangan Georgia Witkin dan buku-buku lain, dijelaskan berbagai metode untuk mengatasi trauma setelah musibah baik musibah besar atau kecil.Penelitian yang diungkap dalam buku menunjukkan bahwa hampir 90% korban masih terus dilanda stress dan ketakutan bencana akan datang lagi.

Kehilangan keluarga tercinta juga bisa menimbulkan perasaan beruntung bisa tetap hidup, tapi juga ada rasa bersalah karena ada orang yang disayanginya meninggal.
Bagaimana cara mengatasi rasa trauma anak-anak dan membuat mereka bisa menerima kematian orang tercinta?
  • Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memahami apa yang dirasakan anak-anak setelah bencana. Pandangan anak-anak terhadap bencana bisa jauh berbeda dengan anggapan orang dewasa. Gali perasaan mereka yang terdalam dengan metode bercerita atau menggambar. Dari gambar yang dihasilkan, bisa diketahui seberapa dalam dampak bencana terhadap kondisi psikologisnya.
  • Undanglah teman-teman anak untuk melakukan support group sehingga anak bisa berbagi dengan teman-temannya dan tak merasa sendirian.
  • Kenali gejala-gejala stres pada anak-anak. Masing-masing anak memiliki kemampuan berbeda menerima kondisi bencana, sehingga tingkat dan gejala stress yang ditunjukkan pun berbeda. Ada yang menjadi pendiam, ada yang menjadi pemarah, dan sebagainya.
  • Membuat anak bisa mengurutkan tahap kejadian bencana merupaka salah satu metode yang tepat untuk membantu proses pemulihan psikisnya.
  • Orang dewasa tak perlu menutup-nutupi soal kematian terhadap anak. Misalnya anak belum terlalu mengerti, jelaskan dengan bahasa mereka tentang konsep dasar kematian. Berbohong dengan mengatakan orang yang meninggal hanya pergi dan nanti kembali, cuma akan membuat anak berharap terlalu besar, dan nantinya kehilangan kepercayaan terhadap orang dewasa.
  • Anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Jangan tunjukkan rasa sedih terlalu berlebihan di depan anak. Hal itu akan membantu mereka mengatasi trauma dengan lebih tenang dan fositif
  • Berikan contoh konkret lewat cerita-cerita fabel, semisal, "Setiap makhluk yang diciptakan Tuhan itu ada batas waktu hidupnya. Seperti induk kelinci ini, lo. Ada yang usianya cuma sampai 5 tahun atau 10 tahun. Setelah itu Tuhan akan memanggilnya pulang. Begitu juga dengan Ayah. Meski Ayah tidak ada lagi bersama kita namun ia tetap ada di ingatan kita.
Salahsatu yang harus kita sadari sebagai orangtua adalah bahwa efek trauma kejiwaan yang ditimbulkan bencana bahkan jauh lebih besar dan berat untuk dipulihkan daripada kerusakan fisik dan bangunan.

Semoga bermanfaat
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik

Dari berbagai sumber.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

منتديات توب عرب للمبدعين احساس منتديات عامة
افضل المنتديات العربية
منتديات
funny images
funny images

Posting Komentar

Pendapat sobat untuk hidup yang lebih baik lagi [no spam please]

Related Posts with Thumbnails