English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Mencoba bertahan..



Beberapa waktu lalu, dalam beberapa kesempatan aku bertemu seorang sutradara kesenian di daerah aku yang lumayan punya pengalaman,dan melalui sebuah perbincangan santai aku mencoba menggali Ilmu beliau untuk di kembangkan menjadi sebuah wadah non komersil yang di peruntukkan teman-teman kita yang kurang beruntung, berharap ada 'mutiara' yang kita temukan dari sana.

Setelah melalui rapat kecil bersama beberapa tokoh masyarakat dan pemuda sekitar akhirnya kami sepakat untuk membuat sanggar kesenian non komersil khas Ibukota yang kami dedikasikan untuk anak-anak 'DPR' di sekitar kami,
ya... anak-anak 'DPR' itu istilah kami untuk kawasan Daerah Pinggir Rel di sebuah kawasan hitam di pusat jakarta....

Melalui saran Bang usman pasa sang sutradara, akhirnya sanggar tersebut kami namakan dengan nama theater beliau yang sudah ada yakni 'Sahakola' yang berarti Sarana Himpunan Komedi dan Lawak yang ber-home base di Balai Kesenian setempat,
semua kesenian betawi kami coba hadirkan di hadapan anak-anak sanggar walau bukan tanpa masalah, karna kami sangar non komersil, tak ada iuran bulanan yang kami ambil dari peserta semua kami lakukan dengan semangat kebersaman.

Dalam benak kami waktu itu hanya mencoba mengisi hari anak-anak 'DPR' tersebut dengan hal-hal positif, semoga mampu mempengaruhi jiwa mereka dari aktifitas negatif yang 'terhidang'
setiap hari di depan mata dan tentunya mempertahankan kebudayaan daerah ini,walaupun aku bukan orang betawi tulen.

Antusiasme anak-anak sanggar dalam berlatih dan seiring waktu akhirnya kami di percaya mengisi acara di berbagai acara lokal dan pesta,mulai dari pernikahan hingga acara para caleg baru-baru ini, sebuah hasil yang tidak pernah kami duga sebelumnya,dan bermain bersama artis lenong yang lebih dulu ngetop-pun akhirnya dapat kami dirasakan.


Latihan sebelum manggung




Mengisi Acara pada Ulang Tahun RRI Pusat Jakarta




Sutradara,pemain sanggar dan bintang tamu





Mungkin semua ini bukan sebuah hal yang bisa di banggakan,tapi semuanya adalah bukti bahwa ada banyak manusia berbakat yang kaya akan kreatifitas dari tempat yang tak pernah kita duga, kini kami hanya berharap mampu bertahan dan mempertahankan kebudayaan negri sendiri di tengah gelombang 'penjajahan' kebudayaan asing yang nyaris 'menelanjangi' jati diri bangsa ini, sebuah harapan yang di panjatkan oleh semua pelaku kesenian tradisional di seluruh negeri ini.

untuk para pelestari kebudayaan tradisional 'selamat berkarya untuk Indonesia'


whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik

18 komentar:

andie mengatakan...

wah ada oppie kumis sama mpok nori....
hehehhe :D

Inuel^-^ mengatakan...

HEBAT!!!
sebuah perjuangan yang sangat indah karena didasari ketulusan dan kebersamaan.
semoga suatu saat nanti menjadi Sahakola Yang sukses,aminnnnnnnn!!
sukses selalu yah bang!

franky mengatakan...

Suatu usaha yang patut diberi jempol.Masih sedikit orang2 sperti abang yang ingin melakukan hal begini.Sukses selalu

si embah mengatakan...

ada jakanya "jiny oh jiny"
pingin banget deh berseni ria !!!!
karena seni budaya tu da jadi simbol negara!!!

yanuar catur rastafara mengatakan...

mari kita jaga kebudayaan asli milik indonesia
dan sebaik-baiknya hendaklah kita merawtnya
ok sobat

bening mengatakan...

great, great n great
sukses selalu ya

si kumb@ng mengatakan...

@andie : he he iya....
@inuel : amiiin...makasih ya
@franky: hasil kerja bareng,bukan individu
@si embah : Yupz, kl deket silakan mampir..
@yanuar catur rastafara: yupz... setuju
@bening : makasih...
dan makasih dah berkunjung

cahyadi mengatakan...

Wah, keren mas sanggarnya bisa mendatangkan artis-artis terkenal... salut dengan kegiatannya ... terus bertahan ya...

ateh75 mengatakan...

Wah sukses ya ..selamat berkarya...

ezab mengatakan...

"situs yang waw !! mas di situs saya buka forum opensource, kalo punya sourcecode yg ajib, upload yach. Thanks "

Gasa mengatakan...

Mantap... mas hehehe.. lanjutkan!!! kapanpun oleh siapapun, asal jangan di aku-aku oleh siapapun hehehe...

Omegle - Latuminggi mengatakan...

wah, sangat menyentuh ini..
moga2 kesenian betokaw tetep..
aaaaaassssiiiiiiiiiiiiikkkk... :D
salam kenal yeee.. :D

Blog Sejarah mengatakan...

semoga sukses proyek sanggarnya kawan :)

~uPik_@bU~ mengatakan...

hmmm keyen , semangatd tyus ea mas :)

iwan setiawan mengatakan...

Pekerja seni salah satu aset bangsa untuk membuat negera ini punya jati diri yang kuat..selamat

si kumb@ng mengatakan...

@Cahyadi : makasih mas, koneksi temannya teman :D
@Ateh75 : makasih teh..
@ezab : seeep..makasih dah mampir
@Omegle - Latuminggi : Amiin makasih ya
@Blog sejarah : makasih teman
@~uPik_@bU~ : Pasti....makasih ya
@iwan setiawan: bener banget bang...
makasih semua dah mampir ...

sda mengatakan...

salut atas perjuangannya, tentu bukan hal yg mudah untuk meraih semua ini.
teruslah berkarya.

Bayu Probo mengatakan...

"gelombang 'penjajahan' kebudayaan asing"
Didukung oleh berbagai perusahaan transnasional yang bermodal superraksasa demi keuntungan bisnis.

Posting Komentar

Pendapat sobat untuk hidup yang lebih baik lagi [no spam please]

Related Posts with Thumbnails