Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Ketika 'Poligami' menjadi Indah..
Mala dan Dewi adalah dua sosok wanita seperti kebanyakan, tapi mereka bersahabat sejak masih di bangku SMP, yang membedakan keduanya adalah perjalanan hidup mereka, Mala seoarang wanita karier sedangkan Dewi hanayalah seorang Ibu Rumah tangga,namun perjalanan persahabatan mereka tetap terjalin walaupun masing-masing sudah memiliki keluarga dan buah hati.
Secara finansial Mala lebih mapan daripada dewi, suami mala adalah seorang Profesional di sebuah perusahaan Multi sedang sedang suami dewi hanyalah pedagang kecil yang sedang membangun mimpi,namun mereka saling membantu satu sama lain..bagi mala, dewi adalah sahabat dan keluarga,begitupun sebaliknya.
Keadaan berubah ketika takdir-NYA memutuskan jalan cerita lain, farhan suami dari dewi meninggal karna kecelakaan bermotor, Mala sebagai sahabat berjuang menenangkan kekacauan hati sahabatnya, Mala sadar betul akan rasa kehilangan sandaran hati dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sahabatnya sepeninggalan suaminya dengan 2 buah hati yang masih balita.
Kokoh nan rapuh
Johan masih terpaku di hadapan sebuah kertas perjanjian dari sebuah Rumah Sakit, perjanjian persetujuan untuk operasi pembuluh darah di otak yang di derita ayahnya, ia terlihat begitu sangat bingung, cowok paling perlente -di antara kami teman sepermainannya- ini tak pernah kulihat sebingung dan secemas ini.
"apa yang kau tunggu jo...segera tantatangani surat itu ? " tegurku
"aku akan membawanya pulang.. man ? " ujarnya
"Membawa Pulang ?? kenapa tak kau tandatangani saja surat persetujuan operasi itu jo ? "
"Biayanya tak terjangkau... man, darimana aku harus mencari 70jt, aku akan mencarikan pengobatan alternatif "ujarnya.
"biayanya masih dalam bilangan kan?"
"masih bisa kita cari jalan keluarnya jo.."
"engkau bisa mengagunkan mobil atau rumah mu"saranku
Sahabat Adalah Anugrah
Sahabat.....
Kalian adalah hadiah terindah karunia Tuhan buat saya.
Seperti hadiah, ada yang bungkusnya indah dan ada yang bungkusnya biasa saja. Yang bungkusnya indah mungkin punya wajah cantik dan rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya biasa saja mungkin punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau bahkan mungkin buruk.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus mungkin punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika menghabiskan waktu berjam-jam dengannya, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintainya dan diapun mencintai kita.
kecewa kiko

kiko...sebuah nama yang cukup unik milik seorang gadis Abg yang aku kenal 1 tahun terakhir, gadis manis yang ceria yang baru saja lulus SMU, slalu ada tawa jika berhadapan dengannya namun dia juga gadis yang penuh kecewa, kecewa pada diri,kecewa pada kekasih dan kecewa pada kedua orangtuanya.
sosoknya tak ada beda dengan gadis Abg lain di kawasan perkotaan rata-rata,periang feminim dan agak sedikit centil :), yang membuat dia beda dimata aku adalah 'pengakuan dosa' yang telah ia jalani dalam 2 tahun terakhir..
sebuah pengakuan yang membuat aku sedikit terkejut,terkejut karna hal itu dialami oleh sosok yang aku kenal sebagai gadis feminim, tak ada kesan tomboy dalam dirinya.
'aku seorang lesbi bang' katanya dalam sebuah malam.
"waw...."
"oh ya..dah berapa lama ?" ujarku tuk menyembunyikan keterkejutanku.
'2 tahun terakhir bang '
"jadi...kekasih yang kamu ceritakan selama ini,seorang wanita ??"
'Iya bang..kenapa? Abang marah sama aku ? tanyanya
aku terdiam, mencoba mencari kata-kata yang tak berkesan menasehati,mencoba memahami persoalan hidup dari seorang kiko,dengan segala masalah di belakangnya.
"marah ? ngga lah..kamu sudah cukup besar untuk menentukan jalan hidup kamu,kamu tahu mana yang terbaik buat kamu, aku yakin kamu sudah bosan mendengar sesuatu yang bernama nasehat."
"makasih ya bang" ucapnya mengakhiri sebuah pengakuan,dan berlalu dari hadapanku.
Aku masih terdiam, aku sadar mungkin aku tidak sepenuhnya benar dalam memberi saran,namun aku juga sadar kiko adalah gadis berusia 18 tahun,seorang gadis yang penuh dengan jiwa muda,jiwa pemberontakan.
Memberinya tekanan instan sama dengan menenggelamkan sebuah bola kedalam dasar lautan,semakin dalam aku menekannya maka akan semakin terasa berat,dan kelak jika bola itu terlepas ,malah ia akan melompat melebihi permukaan air tersebut.
Aku mencoba memahami seorang kiko,Gadis ini hidup dengan beban berat di pikirannya,
dia sering share tentang keadaan keluarganya tentang dirinya, dia sering bercerita tentang perceraian orangtuanya,betapa benci dia pada sang ayah yang sebelum perceraian dengan ibunya sang ayah tertangkap basah olehnya dan ibunya sedang berselingkuh dengan gadis abg...,tentang sang ibu yang setelah perceraian memilih tinggal serumah dengan seorang WNA dengan status yang ia sendiri tidak tahu..,tentang mantan-mantan kekasih prianya yang hanya memanfaatkan dan mengeksploitasi sisi sensualitas semata.
Dia tumbuh menjadi sosok yang sudah terbiasa dengan cemooh lingkungan terhadapnya,dengan nasihat orang-orang yang justru dianggap basi,Kiko bahkan berhasil mengkamuflase keadaan dirinya dariku selama 1 tahun perkenalan kami.
Gadis seusianya sudah bertarung dengan masalah hidup yang aku sendiri mungkin tak sanggup untuk membayangkannya..,walaupun semua alasan itu bukanlah sebuah pembenaran untuk berjalan di luar garis-NYA.
kiko tak mendapatkan cinta dari sang ayah,juga cinta dari sang bunda..
kiko juga tak mendapatkan cinta yang tulus dari kekasih prianya.....
dia justru mendapatkan itu dari sesama jenisnya....
Lemahnya pendidikan Agama,ditambah masalah yang membebani pikirannya di dukung lingkungan yang mulai sok liberal,kiko memilih jalan terjal lain dalam hidupnya...
aku tak berhak membenci
karna aku pun sosok tak suci
aku juga tak berhak melaknat
karna aku masih berkubang maksiat
saat ini aku hanya mampu berdo'a
semoga Allah-ku memberimu tanda
akan kebenaran jalan hidupmu
semoga DIA menyelamatkanmu
dari duri yang engkau pijak
sementara disini hatiku bertanya
mampukah tangan kotorku mengangkatmu?
untuk kiko dan kiko-kiko yang lain
semoga menjadi pelajaran bagi kita sebagai orangtua dan sebagai calon orang tua.
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik
Ayah ku tersayang

Saat Allah ciptakan Engkau,Allah membuatmu sebagai pemimpin kami serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluargamu,engkau senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya,agar kami merasa aman,teduh dan terlindungi, engkaulah Ayah kami...
Ayah...
Engkau Diciptakan dengan bahu yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi kami dan kegagahanmu harus cukup kuat untuk melindungi seluruh keluargamu
Engkau mempunyai kemauan agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatmu sendiri yang halal dan bersih,agar kami tidak terlantar,walaupun sering kali engkau mendapat cercaan dari kami anak-anakmu.
Engkau mempunyai keperkasaan dan mental baja yang membuat dirimu pantang menyerah demi keluarga,engkau merelakan kulitmu tersengat panasnya matahari dan merelakan badanmu berbasah kuyup kedinginan tersiram hujan dan di hembus angin, merelakan tenaga perkasamu terkuras demi keluarga dan yang selalu engkau ingat adalah disaat kami di rumah menanti kedatanganmu dengan mengharapkan hasil jerih payahmu.
Engkau sangat sabar ayah..,ketekunan dan keuletan membuat dirimu selalu berusaha merawat dan membimbing kami tanpa ada keluh kesah,walaupun kami tahu disetiap perjalanan hidupmu keletihan dan kesakitan kerap menyerangmu.
Engkau keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi kami, dalam kondisi dan situasi apapun juga,walaupun tak jarang kami melukai perasaanmu, melukai hatimu,padahal kami tahu perasaan itulah yang telah memberikan perlindungan dan rasa aman pada saat kami tertidur lelap,serta sentuhan perasaan itulah yang memberikan kenyamanan saat engkau menepuk pundak kami agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara dan sesama manusia.
Engkau bijaksana dan mampu memberikan pengertian dan kesadaran pada kami tentang saat ini dan saat yang akan datang, walaupun kami sering menentangmu.
Engkau pun bijaksana dan mampu memberikan pengertian dan kesadaran pada kami tentang
seorang pasangan hidup yang baik,yakni seorang yang selau setia terhadap pasangannya, yang selalu senantia menemani dan bersama sama menghadapi perjalan hidup baik suka maupun duka,agar tetap berdiri,bertahan sejajar saling melengkapi dan saling menyayangi.
Kerutan di wajahmu adalah bukti bahwa engkau senantiasa berusaha sekuat daya pikiranmu untuk mencari dan menemukan cara agar kami bisa hidup dalam keluarga sakinah dan badanmu yang mulai membungkuk adalah tanda bahwa engkau bertanggung jawab pada kami,mencurahkan sekuat tenaga dan segenap perasaan demi kelangsungan hidup kami.
Engkau lelaki penuh tangung jawab sebagai pemimpin kami,tiang penyangga kami karna bagimu tanggung jawabmu adalah amanah dari-NYA di dunia dan di akhirat..
Kami mendengar dan merasakan bebanmu ayah..
untuk ayah tersayang..I love U dad...
be inspired
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik
Dari Maya menjadi Nyata

Sebuah posting ringan untuk sahabatku,sahabat yang telah 12 tahun menjadi saksi perjalanan hidupku,dalam suka dan duka,Inilah ucapan selamat dariku dalam bentuk surat terbuka untukmu semoga yang terbaik selalu menjadi takdirmu kawan...
masih aku ingat.....
ketika engkau berkata padaku, aku berkenalan dengan seorang gadis di ruang chatting, aku bilang padamu itu adalah kesempatan.
ketika engkau berkata aku diundang ke tempat sang gadis tersebut, akupun bilang itu juga kesempatan,walaupun kalian dipisahkan oleh jarak tapi bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah kesempatanmu.
Bahkan ketika engkau berkata tak mungkin untuk membina hubungan ini, aku tetap berkata padamu kesempatan itu tetap ada,meski aku tahu engkau telah banyak mengalami kegagalan.
Kejujuran di awal hubungan mungkin hal yang pahit,tapi pasti akan berbuah manis..
Niat tulus dan Ikhlasmu dalam membangun sebuah hubunganlah yang membuat kesempatan tersebut terus terbuka dan semakin terbuka...
Dan akhirnya kau katakan padaku 'Kami telah berikrar saling mencintai',aku bilang padamu ini adalah sebuah pilihan,pilihan engkau dan dia,pilihan kalian berdua
aku masih ingat betul bait-bait puisi yang engkau buat untuk cintamu, yang membuat aku sedikit 'cemburu' :D
AZ-Zahra ( Bunga )
terima kasihku Tuhan..
yg telah membuka stomata azzahraku..
hingga segarnya udara pagi dapat dihirup...
terima kasih tuhan....
telah memberi kehidupan pada azzahraku...
hingga ia mekar menggairahkan pandanganku.....
meski aku tau...
udara yang dihirup karna beratnya beban gas oksigen dan karbon dioksida.....
meski aku tau...
telah ada kumbang yang datang menghisap madunya..
aku bukan cowok romantis...
yang akan memetikmu...
menyanjungmu...
mencumbui harummu...
lalu menjadikanmu hiasan di meja kerjaku...azzahra-ku
aku hanya ingin merawatmu...
melindungimu dari teriknya matahari..,dari derasnya hujan..
hingga muncul azzahra-azzahra kecil yang akan menemani hari harimu....
hingga engkau layu karna takdirmu...
begitupun aku,
azzahraku... (bungaku)
hmmmm...so sweet sobat,
Bahkan ketika diantara kalian menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih
menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasangan kalian dan kalian tetap memilih
untuk saling mencintai, itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik,datang bagai kesempatan pada kalian,kesempatan yang indah.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang telah kalian tetapkan...
Kalian mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa dalam dunia maya ini, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kalian secara utuh adalah sebuah pilihan terbaik yang telah kalian tetapkan.

kalian memberikan sebuah pelajaran bahwa Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai....
Tetapi untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna...
Sahabat..,engkau tlah menemukan pasangan jiwamu,selamat menempuh hidup dan kehidupan yang baru..
jika kelak aku tak melihatmu berjalan disisiku,yakinkan aku bahwa engkau masih berjalan di belakangku, pun demikian aku...
Semoga do'aku mampu membalas kebaikan-kebaikanmu dan menghapus kesalahan-kesalahanku padamu...
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik
sama-sama berkomitmen dari awal hingga akhir"
Kebijakan Cinta [2]

Satu jam perjalanan udara Batam-Jakarta terasa begitu lama bagiku, Servis manis yang diberikan pramugari tak sedikitpun mampu melelehkan kemendungan di wajah, seandaianya saja aku tak malu mengakui bahwa laki-laki juga boleh menangis, ingin rasanya segera kutumpahkan bendungan air disudut mataku.
Meski sedikit berjubel kupaksakan juga menjadi salah-satu bagian dari isi perut angkot yang sedang melaju terseok-seok membelah panasnya jalanan ibu kota. Uang di kantongku lebih dari kata cukup, namun sengaja aku putuskan untuk naik angkot, banyak kisah yang ingin aku nikmati kembali dalam angkot ini, kisah manis tentang kemiskinan, tentang cinta.
“Ternyata enak juga ya naik angkot, rame”
Itu adalah kata-kata lucumu ketika untuk pertama kalinya kuajak jalan-jalan tanpa memakai fasilitas mewahmu.
“Kemanggisan-kemanggisan… kosong”
“Kebun jeruk….. kosoooong”.
Kudengar beberapa kali supir menyebutkan beberapa nama jalan yang kuhapal diluar kepala.
“Ya Tuhan Ya Robbi, hamba mohon jangan Engkau tawarkan kesempatan kedua itu, beri hamba kekuatan untuk menetukan pilihan yang bijak, agar tiada lagi tetesan airmata pada orang-orang yang hamba kasihi”.
Semakin mendekati tujuan, tak henti-hentinya kupanjatakan sebersit do’a sebagai pengharapan atas takdir cintaku.
Kulihat tujuanku sudah didepan mata, sebuah bendera lambang kematian kulihat berkibar malas di depan Gang rumah sahabatku, teriakan tertahanku membawa angkot sedikit minggir ke sisi kiri jalan.
Sesampaianya aku di depan pintu rumah yang menjadi tujuanku, kulihat Bu Asih sedang menyalami beberapa tamu yang hendak undur diri, kucoba memberikan sisa2 senyumku padanya.
“Assalamu’alaikum Bu”
“Wa’alaikumsalam, Gunawan ???, ini kamu Gun ???, Masya Alloh kemana aja kamu selama ini??, kenapa kamu datang disaat sahabatmu pergi?”.
Jawabnya sambil menumpahkan sisa2 airmatanya dalam pelukanku.yang sepertinya telah terkuras habis
“Maafkan Gunawan Bu”,
Jawabku sambil mencoba mencium tangan keriput Ibu sahabatku, yang juga telah kuanggap sebagai ibuku sendiri itu.
“Ayo masuk-masuk, jam 9 tadi pagi Imam di makamkan, kalau kamu mau ke makamnya biar nanti diantar Joko, Kamu istirahat dulu gih, biar Ibu ambilkan minum”.
“Ya Bu, terima kasih”.
Kuperhatikan sekeliling, ada beberapa sisa makanan kecil dan gelas air mineral berserakan disana-sini, kucoba membersihkan semampuku, sampai tanpa kusadari saat ini aku sedang berjongkok didepan pintu kamar almarhum sahabatku, entah karena rasa kangenku yang luar biasa ataukah karena rasa penyesalan karena mendapati sahabat yang telah pergi mendahuluiku, perlahan kudorong pintu kayu yang penuh dengan sticker didepanku, kulangkahkan kakiku untuk masuk, hemm… aku sangat mengenal aroma itu, sangat jelas.
“Gun.., Ibu cuma mau memberikan ini, sebelum Imam meninggal dia menitipkan surat ini pada Ibu untuk diserahkan ke kamu”.
Kata Bu Asih setelah berada di dalam kamar, dan sepertinya aku mengenal kertas yang kini telah ada di gengaman tanganku ini, ah tidak mungkin, barangkali hanya kebetulan saja kertasnya sama.
Kulihat Ibu masih diam mematung disisiku, kuberikan dia tempat duduk agar bisa bersama-sama membaca surat wasiat yang telah dititipkan pada Beliau, perlahan kubuka surat itu, deggg… ini adalah suratku, tak salah lagi ini adalah surat yang aku titipkan padanya hampir dua tahun yang lalu, tapi bagaimana mungkin masih ada disini, bukankah aku telah memintanya untuk mengirimkannya kepada zai, kuperhatikan dengan seksama kalimat perkalimat surat ku, tak ada yang berbeda, kecuali tambahan satu kalimat dibagian luar lipatan suratku yang sepertinya ditulis sendiri oleh tangan almarhum.
“Maafkan aku, karena tak mampu memenuhi amanahmu, sungguh seandaianya kamu melihat pengharapan bening matanya, aku yakin kamu tidak akan mampu meninggalkannya, dia begitu tulus mencintaimu, aku tak tega membuatnya menangis lagi jika mengetahui isi suratmu, yang kuyakin tidak hanya akan membuatnya semakin terluka tapi akan lebih dari itu, aku hanya berharap dengan tidak ada adanya kata pamit darimu, semakin mudah baginya untuk membencimu dan pada akhirnya melupakanmu”
Ya Allah, Ya Robbi, tolonglah hambamu, apalagi yang akan terjadi ini.
“Gun, sebenarnya beberapa kali zai masih main kesini, dan setiap kedatangannya satu pesan sama selalu zai titipkan pada Ibu”.
“Zai minta Ibu mengkabarinya kalau ada kabar tentangmu, sepertinya zai sangat ingin bertemu kamu”
Nama itu disebut berkali-kali, zai sering kemari??, menitipkan pesan yang sama, kudengar ibu bercerita panjang lebar tentang zai dengan kehidupannya sepeninggalnya aku.
“Bu, tolong jangan cerita lagi tentang zai, kedatanganku kemari bukan untuk dia, tapi untuk sahabatku Imam, ceritakan saja tentang Imam Bu, apa saja, aku ingin mendengarnya, tapi tolong jangan sebut lagi nama zai Bu”.
“Imam telah pergi dengan bahagia, dia telah tenang disisinya, tak perlu lagi dibicarakan, apalagi diceritakan, ikhlaskan dia seperti apa yang telah Ibu usahakan”.
Kulihat Bu Asih membuang nafas berat, entah beban pikiran apa yang saat ini sedang dipikulnya.
“Ibu kasihan pada zai, dia sangat tersiksa dengan sekenario yang diciptakan orang tuanya”, lanjut Bu Asih kemudian
“Bu, aku mencintai zai, sangat mencintainya, tapi tak berarti aku harus merampasnya dari pemiliknya, orangtuanya jauh lebih berhak atasnya daripada aku, apalagi sekarang dia telah menikah, tidak mungkin aku kembali hadir dalam kehidupannya, dan tiba-tiba menculiknya untuk menjauh dari kerajaannya sendiri”.
Sungguh aku tak mau lagi mendengar apapun tentang zai, kali ini aku tak mampu lagi menahan air mataku, bendungan yang selama ini kucoba tahan akhirnya jebol juga, meski aku tidak yakin apakah airmata ini untuk kepergian sahabatku ataukah menangisi keberadaan surat yang memaksaku kembali bernostalgia dengan luka lama.
“Maafkan Ibu Gun, Ibu hanya ingin melihat kalian bahagia”.
Aku tak mampu lagi bicara banyak, Sosok Bu Asih selalu saja membuatku terharu, dia memang bukan Ibuku, tapi kasih sayangnya padaku, sangat luar biasa, maka hanya sebuah pelukan hangat saja yang mampu aku berikan padanya sebagai ucapan segala terima kasihku.
***
Semerbak aroma bunga setaman masih menyelimuti rumah baru sahabatku, teduhnya pohon kamboja membuatku engan untuk segera bangkit dari makam yang bertuliskan Imam Muslim Bin Muh. Subadri, kali ini tidak lagi ada air mata, karena kuyakin kamupun tak menginginkannya.
Rintik hujan tiba-tiba tumpah dari langit, seakan-akan menyuruhku untuk segera bangkit dan pulang. Dengan berat kulangkahkan kakiku meninggalkan makam, kali ini aku tidak lagi menyusuri jalan yang sama ketika aku datang, tapi jalan lain sebuah jalan yang akan melewati komplek sebuah yayasan, berharap melihat dia, senyumnya, kebahagiaanya, meski hanya sebentar, meski hanya dari jauh, jujur akupun rindu padanya, rindu bening matanya.
Bisunya pagar kokoh bercat putih itu seolah-olah hendak mengatakan apa yang kucari tiada lagi, dan tidak mungkin kunikmati senyumnya, menjauhlah, pergilah, semuanya telah berakhir. Entahlah, betapa bodohnya aku, kenapa juga kuturuti kehendak hati yang menginginkan ketidakmungkinan.
***
Hampir 2 hari aku berada di rumah almarhum sahabatku, tiket pesawat jakarta-batam telah kukantongi, barang-barang bawaan yang tak seberapa telah kelar kukemasi, masih ada waktu 3 jam sebelum pesawatku take off.
‘Bu, aku pamit ya”.
“Gun, maafkan Ibu, maafkan”.
Ibu Asih minta maaf padaku, ada apa ini??, belum sempat kulontarkan pertanyaanku pada Beliau, kulihat sosok anggun telah berdiri di balik punggungnya.
“Assalamu’alaikum Mas Gun”.
Hatiku bergetar, bibirku kelu, apa yang kutakutkan selama ini terjadi juga, Hemm… kalau memang suratku tak tersampaikan, sekaranglah saat yang tepat untuk mengatakan ketidakmungkinan garis takdir antara kami. Bismillah…
“Wa’alaikum salam”, kucoba memberikan senyumku padanya, bersamaan dengan menghilangnya Ibu Asih diantara kami.
“Pa khabar Mas?”, tanyanya kemudian setelah sekian detik tak juga keluar sepatah katapun dari mulutku.
“Berkat do’a dalam setiap sujudmu, Insya Allah aku akan selalu baik”. Duhhh… kulihat senyum itu lagi.
“Kemana aja selama ini kamu mas?, kenapa kamu menjauh dariku??”
“Siapa bilang aku menjauh?, lha ini jarak kita cuman terhalang satu meter, apa kurang deket??”, jawabku mencoba memancing tawanya.
“Mas Gun, kata Ibu kamu akan berangkat lagi, apa kamu sudah benar-benar tak sayang lagi sama aku?, hampir 2 tahun kamu pergi meningalkanku tanpa pamit, dan selama itupula aku masih sama seperti dulu, mencintaimu, merindukanmu, dan mengaharapkan kamu datang menjemputku”.
“De’, Aku sangat menyayangimu, kepergianku dulu adalah salah satu usahaku untuk menyayangimu, membuatmu bahagia”.
“Kamu salah mas, aku tidak bahagia, bawalah aku pergi mas, kemana saja”.
“Jangan De’, akan banyak lagi airmata yang tumpah jika kau paksakan ikut bersamaku, bukan hanya airmata orang tuamu, suamimu, tapi air mata polos anakmu, dia membutuhkan keutuhan orang tuanya”.
“Akan kuajak serta anakku, dia masih kecil tidak tahu apa-apa “.
“Hidup ini adalah pilihan dan kesempatan, ketika dua tahun yang lalu kuputuskan langkah kaki ini menjauh darimu, maka sebuah pilihan telah kutentukan, ketika kamu menerima pinangan suamimu dan merelakan rahimmu ditempati sosok mungil anakmu, itu juga sebuah pilihan dan ketika pertemuan antara kita kembali terjadi ini hanyalah sebuah kesempatan, kesempatan yang menuntut jiwa besar untuk menentukan pilihan langkah bijak berikutnya”.
“Tapi aku tidak pernah menentukan pilihanku sendiri, aku hanya menjalankan pilihan orang tua, dan sekarang aku akan menentukan pilihanku, aku akan pergi bersamamu, apapun resikonya”.
“Zai yang cantik, Ibu yang hebat…, kita sudah memilih langkah kita masing-masing, takdirmu adalah menjadi istri dan ibu dalam kerajaan kecilmu, dan takdirku adalah menjadi bagian masa lalumu, jangan pernah mencoba untuk protes atas kebijakan-Nya, yakinlah ini yang terbaik buat kita, cintailah suami dan anak-anakmu semata-mata karena cintamu pada-Nya”.
“Apa ini artinya kamu menolak tawaranku?”.
“Sungguh kamu adalah sosok impianku, tapi aku cukup tahu diri, biarlah rasa kagumku atasmu menjadi penghibur dalam setiap langkahku, dan semoga yang terbaik selalu menjadi takdirku, kembalilah ke suami dan anak-anakmu, disanalah tempatmu yang sebenarnya”.
Hening sejenak diantara kami, kulihat matanya semakin basah.
“Jangan menangis De’, tak ada yang perlu ditangisi lagi”.
“Baik.., kalau memang ini keputusanmu, mungkin didunia ini kita tak bisa bersama, semoga di surga kelak kita kembali dipertemukan, karena itu kumohon langkahmu jangan belok-belok, luruskan ke arah pintu surga ya”.
“Ha ha ha…., mohon do’anya ya, agar Tuhan menyisakan satu kaplingan tempat buatku disurga-Nya kelak”.
“Aminnn…, Insya Allah mas”.
“Kamu hebat De’, dan aku yakin kamu akan selalu demikian, hemmm…., sudah waktunya berangkat nih, aku pamit ya, kuatkan niatmu atas pilihan bijak ini, dan semoga akupun demikian, oh ya kamu mau baca suratku yang kubuat 2 tahun yang lalu untukmu?”.
“Maksudmu?”
“Sebenarnya sebelum aku pergi meninggalkanmu dulu, aku menitipkan sebuah surat kepada almarhum Imam Muslim, tapi karena kehebatannya surat itu tak jadi terbaca olehmu, mua nggak??”
“Nggak usah Mas, paling-paling juga surat ucapan perpisahan, kalau aku baca nanti malah mukamu merah keungu-unguan”
“Terong kali ungu, he he he…”
“Aku yakin isi suratnya tentang permintaan maafmu karena telah meninggalkanku, dan juga beribu-ribu ucapan bahwa engkau masih mencintaiku? Iya kan??”
“Ihh PD banget nih anak”.
“Mantannya siapa dulu dong??”.
Untuk pertama kalinya kami bisa tertawa lepas, bersamaan dengan itu keluar Ibu Asih yang tampak terbengong-bengong dengan kerukunan kami, segera saja kami berdua berpamitan pada Beliau.
***
Dipersimpangan jalan ini kamu melangkah kearah yang berlawanan dengan langkahku, meski hatiku menyisakan sedikit kesedihan, tapi aku yakin ini adalah pilihan bijak yang terhebat dalam hidupku, meninggalkan sosok beningmu tanpa lagi ada air mata.
Uppsss… langkahku tiba-tiba terhenti, ketika di pinggir jalan kulihat sebuah dompet tergeletak.
“Pak, saya menemukan dompet ini dipinggir jalan situ, saya titipkan Bapak ya, kali aja ada yang mencari, saya harus pergi cepat soalnya”.
Kuserahkan dompet coklat mungil kepada seorang tukang becak yang kebetulan lewat, sambil tak henti-hentinya mengucap kata syukur, gara-gara sebuah dompet aku pernah patah hati, maka kali ini kupastikan tak akan ada dompet lagi yang mampu membuatku menangis.
NO DOMPET, NO CRY
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik.
Ternyata susah juga membuat cerita bersambung.. :)
makasih untuk sahabat atas ide dan sarannya.....
Kebijakan Cinta
Panas Matahari Ibukota begitu menusuk hingga pori-pori kulit, ketika seorang kenalan satpol PP datang padaku dan berkata " Gun.... ada razia dadakan perintahkan pedagang untuk segera menutup lapak, ada pejabat yang mau lewat". Dengan suara lantang segera kukomando para pedagang lainnya untuk segera menutup dagangannya sebelum ada razia dari satpol PP yang sedang dalam perjalanan.
Meski hati panas menahan dongkol, tak urung tanganku sibuk turut membereskan daganganku "kampret..bathinku. belum dapet duit dah ada razia, ngapain juga tuh pejabat lewat ke pasar yang sumpek kaya gini..."
di tengah 'ndumelku' tiba-tiba mataku melihat dompet kotak memanjang berwarna coklat,di bawah meja pedagang. "ups...punya sapa nih"bathinku, akupun segera menyabet dompet tersebut dan langsung menyembunyikannya, setelah semuanya selesai akupun segera melangkah pulang dengan satu niat pasti yakni melihat isi dompet :)
selepas mandi, ditemani secangkir kopi sebatang rokok didalam bilik dari papan,pelan-pelan kubuka dompet hasil temuanku tadi,dengan harapan dompet tersebut bukan milik pedagang juga, "masa sih jeruk makan jeruk"..bathinku jika itu milik pedagang.
dari bentuknya pasti milik seorang wanita,kulihat merk yang terembos di dompet tersebut untuk meyakinkan bahwa dompet tersebut asli bukan made in cibaduyut..
Tiba-tiba mataku terhenti pada sebuah foto dalam dompet tersebut..,lama terhenti... memandang mata bening di balik kacamata beningnya, wajah polos dalam balutan kerudung polos...senyuman indah yang menyejukkan..
"Sempurna" ucapku..
Ku buka file foto dalam handpone berkamera miliknya, sekali lagi kulihat wajah yang sama yang begitu menghanyutkan,dalam berbagai pose berbagai aktifitas, terasa indah dari sudut manapun, hatiku dicambuk rasa penasaran menjumpai sosok aslinya.
"gila...kekuatan apa yang dimiliki cewek ini ? "
tiba-tiba HP berdering menyuarakan lagu Sholawat kulihat ID pemanggil yang bertuliskan 'rumah', pasti dari wanita dalam foto, ku beranikan diri memencet tombol hijau di pojok kiri dan..
"Assalamu'alaikum" kudengar suara indah dari speaker handphone,tapi aku masih terdiam hingga salam yang ke empat.
"eh.. iya, wa'alaikum salam mbak" jawabku
"ma'af ini dengan mas siapa?" tanyanya.
"Saya gunawan mbak.." jawabku singkat
"nama saya zaida mas..,berarti Hp dan dompet saya sama mas gun ya..??"
hmmm..'mas gun' pasti indah mendengarnya langsung dari bibir mungilnya.
"iya mbak... plus beserta isinya masih berada dalam kekuasaan saya.." kucoba untuk sedikit mencairkan suasana dengan canda kecil.
" he he he" kudengar tawa kecilnya..."lalu...gimana cara saya untuk merebutnya kembali dari tangan mas..."kali ini dia memancing canda
"oooh...gampang kok, tinggal transfer aja ke no hp ini kemana saya harus mengantarnya" ku coba membunuh rasa penasaran untuk melihat 'bidadari' ini secara langsung, awalnya dia menolak dan bersikeras untuk mengambilnya ke gubukku, namun kali ini aku yang menolaknya..
"wah...jangan mbak...rumah orang tua saya belum ganti cat sejak 4 tahun yang lalu..,jangan.."
kembali kudengar tawa kecilnya
"tidak ada negosiasi balik..tinggal sebut aja kok..kebetulan saya juga punya surat kelakuan baik, jadi mbak pasti aman.." canda ku
Dan akhirnya kami sepakati untuk bertemu disebuah warung bakso depan
kampus tempatnya kuliah,..
Ditempat dan waktu yang tlah kusepakati,tidak butuh waktu lama,kulihat sosok bening dipojok kanan dari tempatku berpaku,sedetik kemudian ku kembangkan senyum seindah mungkin menghampirinya.
"Hai...mbak zaida ya?" kataku mengawali pertemuanku dengan sosok yang membuatku penasaran
"iya ....mas gun ya ? " akhirnya kudengar langsung ia memanggil namaku dengan panggilan mas.."silakan duduk mas mo pesen apaan ?? lanjutnya.
"apa aja...pasti terasa nikmat kalau makan di hadapan mbak.." kulihat senyum manisnya persis seperti dalam foto, hanya saja kali ini mukanya memerah...
"Oh ya... ini dompet dan Hp mbak.."ku coba mencairkan situasi " silakan di lihat dulu,mana tau ada yang kurang..? atau mana tahu aku meletakkan pelet disitu..? " kembali kulihat rona merah di kedua pipinya.." duh.. Gusti betapa sempurna ciptaan-MU" bathinku.
dia kembali tersenyum..." makasih ya mas.." katanya pelan.
kami-pun larut dalam perbincangan,dari obrolan santai dia memintaku untuk memanggilnya dengan sebutan 'zai', panggilan sehari-harinya di rumah,dari situ aku juga tahu dimana dia tinggal,dan ternyata dia tahu lingkunganku, karna dia bersahabat dengan sahabatku di lingkungan rumahku..dunia-MU ternyata sempit....
'Imam muslim nama sahabatku, seorang Ustadz muda yang sangat di hormati di lingkunganku'
sebagai mantan mahasiswa yang di-D.O [karna terlalu vokal] tak sulit bagiku untuk mengembangkan pembicaraan seputar dunia kampus,singkat kata aku mencoba membangun keakraban di awal pertemuan aku dengannya, sampai pada akhir pertemuan dimana dia mencoba memberiku sedikit 'hadiah'..[ah..ternyata seperti kebanyakan orang]
"di motor bututku ada bensin, di kantongku masih ada rokok dan di dompetku-pun masih ada uang,jadi... aku tak membutuhkan hadiah dari mu.." ku ungkapkan alasan yang kebetulan masuk akal.
"Jadi apa tanda terima kasihku mas.."tanyanya.
"gampang..tolong simpan nomer hp ku di hp mu, itu aja..."jawabku yang langsung di balas dengan men-save nomer hp ku.
kamipun berpisah di keremangan senja, kulihat dia pergi dengan sedan mungilnya..
'uhhff...mungkin aku harus mereview ulang mimpi untuk mendekatinya..,ah..minimal aku tlah membunuh rasa penasaran di hatiku'.akupun kembali pulang membawa mimpi-mimpiku.
tennyata...hari hariku kemudian di penuhi kejutan kejutan kecil, bidadari dalam dompet itu menyapaku lewat pesan singkat,mulai dari sekedar basa-basi hingga keinginannya kembali bertemu denganku,tak sulit baginya untuk menemuiku karna sahabatku juga sahabatnya,dan kami pun bertemu beberapa kali,saling share saling mengenali tentu dengan bumbu canda khasku yang selalu membuat merah mukanya,bahkan dia berani datang ke lapak dagangku sekedar untuk ngobrol..!!
"apa motivasimu dekat denganku ? apakah engkau ingin memberi harapan kosong padaku ?
katakan padaku ai, sebelum aku benar-benar berharap.." ku tanya ia dalam sebuah kesempatan
"kamu unik mas...aku belum pernah bertemu dengan orang seperti kamu mas.."jawabnya
"apakah itu berarti sebuah harapan ?"
"iya.." katanya sambil menundukkan wajah..
Dan waktu akhirnya memutuskan..,
ketika ku ucapkan cinta padanya,harapan itu ternyata benar benar ada, aku satu hati dengan primadona kampus..
bukan hanya aku yang terkejut, sahabatku imam muslim pun tak percaya akan itu
"dia bagai kue tar yang selalu mengundamg lalat untuk hinggap" tutur sahabatku
"mbok.. jangan lalat mam..yang jadi perumpamaan..." protesku di ikuti pecahnya tawa
aku melewati hari-hari bagai dongeng walau masih dalam 'kejaran' satpol pp..
inilah keadilan cinta 'sikaya bertemu si miskin' 'si cantik bertemu si buruk'
anganku tentang masa depan seakan tergambar jelas...
aku ternyata salah...ketika pada satu waktu disaat menunggunya, orangtuanya bicara padaku...
"kamu teman kuliah zaii ? "
"zai memang saya bebaskan bersahabat dengan siapa saja.." katanya sebelum aku menjawab pertanyaan pertama.
"dia anak saya satu-satunya... kelak dia lah yang akan mengurus semua yang kamu lihat sekarang" aku memang melihat rumah besar di tengah komplek sebuah yayasan yang juga besar, aku ternyata jatuh hati dengan seorang anak dari tokoh masyarakat..!!
"saya telah mempersiapkan segalanya, 'termasuk siapa calon pendampingnya kelak'..
aku hanya bisa diam,mengangguk dan mencoba tuk tersenyum,walau galau menyerangku.
"apa yang harus aku lakukan.."aku tak mampu mengembalikan semangatku, ku coba memendamnya hingga beberapa hari namun aku tak sanggup,dan kulontarkan masalahku pada sahabatku..
"agak rumit gun...,mungkin sebaiknya kalian bicarakan, pasti ada yang di korbankan"
"itu bukan jawaban mam.."kataku
"bagaimana menurutmu dek ?" tanya ku padanya ketika ku unggkapkan amanah orangtuanya
"cobalah untuk memintaku mas..,aku akan mencoba menjelaskannya pada orangtuaku"
"Tafakkurku untuk hal ini ya Allah....
aku memang pernah menghianati-MU ya Allah.. tolong aku disaat aku tlah mulai menemukan jalan-MU" pintaku pada Sang Pemilik Cinta.
"Sebelumnya saya minta maaf, kalo apa yang saya omongkan ini sedikit menyinggung perasaan Saudara..,Jujur saya sebagai orang tua zai sangat mengharapkan yang terbaik untuknya, terasuk dalam hal ini pendamping hidup untuknya, bukan berarti Saudara tidak baik, namun hanya kurang tepat untuk zai.., maaf, sekali lagi maaf,Tentu anda sudah sangat faham dengan kondisi keluarga kami, bagaimana tunntutannya jika harus menikahi zai, kami sangat menghargai anda dan keluarga anda..,karna andapun ingin yang terbaik buat zai, seperti apa yg kami rasakan selama ini." kata kata orangtuanya yang cukup jelas bagiku, sebagai tanda penolakan
do'aku tak terijabah,semua yang disarankan tlah aku lakukan,orang tuanya tetap pada pendiriannya'tidak untuk aku'
"semua ini pasti demi kebahagiaanmu dek" ujarku dalam keputusasaan
"kebahagiaan mereka mas...,bukan aku "
"bawa aku pergi mas...kemanapun..." pintanya yang mengejutkanku
"beri aku waktu tuk berfikir, tentang apa dan kemana..? ujarku
"ok...satu minggu, aku tunggu selepas kuliah di tempat pertama kita berjumpa" katanya sebelum kami berpisah.
Sumpah....
aku tak mampu membohongi diriku untuk mengikuti ajakannya, aku bahkan menginginkan hal tersebut,sebagai bukti bahwa aku tak pernah bermain,aku tak pernah merasakan rasa ini sebelum bertemu dengannya...
beri aku kekuaatan-MU ya Rabb, dekap aku dalam kebijaksanaan-MU, tuntun aku dengan Adil-MU, semoga aku mampu tetap berada pada Jalan-MU...
sebuah keputusan harus aku tentukan,bagiku lebih berat daripada menunggu keputusan hakim yang pernah kulalui..
Hingga hari H yang hampir tiba, kuberanikan diri untuk menulis diatas secarik kertas...
Assalamu'alaikum wr.wb
Dear,
Jangan pernah menganggap suratku sebagai surat perpisahan
karna mengucapkannya bagiku sama seperti mengundang kematian kecil
Mengenalmu,mengisi hari harimu
adalah hal terpintar yang pernah aku lakukan
karna ternyata lewatmulah Hidayah-NYA datang...
mencintaimu membuatku lebih mencintai Tuhan-ku..
dan..
Meninggalkan hatiku padamu tanpa sosokku
adalah hal terbodoh yang pernah aku lakukan..
karna bagiku engkaulah yang tersayang
yang mungkin tak tergantikan...
Namun mungkin inilah kebijakan cinta
walau terasa tak adil bagiku
aku yakin terasa lebih adil bagi orangtuamu
yang telah melahirkanmu,membesarkanmu,membasuhmu
dengan segenap kasih sayang mereka
yang tak mungkin terbalaskan
mereka lebih berhak atasmu...
aku hanyalah lalat yang tlah menggangu kue tart sang pemilik
aku hanya penggalan kisah indah yang pernah mengisi hatimu
tolong jangan sebut aku penakut..
justru inilah keputusan paling berani yang pernah aku buat
karna aku mencintaimu..
aku tak sanggup memilikimu tanpa restu orangtuamu..
Yakinkan dirimu dalam sujudmu..
bahwa aku bukan yang terbaik untukmu..
dan cukup bagiku do'a tulusmu..
semoga yang terbaik menjadi milikku..
semoga engkau bahagia...
ma'af jika ini mengecewakanmu..
wassalamu'alaikum.....
segera kutitipkan surat itu pada sahabatku imam untuk segera disampaikan..,dan kurapikan semua barang-barangku untuk mencari Ridho dan Berkah-NYA di belahan bumi yang lain..
malam ini kulihat bulan tak terjatuh lalu terurai
tak mengerti apa yang harus aku lakukan
hari ini aku putuskan untuk jauh kulangkahkan kaki
untuk pergi dari dirimu....
kudengar lirik lagu dari ST12 dalam perjalanku..
kurasakan basah di mataku,ah..ternyata aku bukan superman..:)
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik
cuma cerita fiktif,ma'af kalau ada kesamaan nama dan tempat..
untuk dua sahabatku (alm)Hendra gunawan dan (alm)Imam muslim,aku yakin Tuhanku tlah menunjukkan Surga-NYA untuk kalian,bisakah kalian menceritakannya untukku ??
Ketika Nurani Ber-mata

Apa Yang akan kita lakukan ketika kita melihat segerombolan pencopet dalam buskota mengambil dompet lelaki paruh baya di hadapan kita..??
atau apa yang akan kita lakukan ketika kita melihat sekelompok penuda dengan senjata tajam di tangan menodongkannya pada pemuda tanggung di pojok jalan menuju rumah kita ??
Terdiamkah kita, karna kita telah terdoktrin oleh pribahasa "asal jangan gue"...??
atau mengambil resiko mencoba menjadi pahlawan..?? ( kalau menang..!! )
dan akan di cemooh kerabat sebagai pahlawan kesiangan ( kalau kalah..!! )
Beranikah Kita..??
Lalu...
apa yang akan kita lakukan ketika kita melihat Handphone atau barang berharga seseorang tertinggal di meja makan rumah makan langganan kita ?
Memanggil orang tersebutkah kita? kemudian "hanya" mendapatkan ucapan terima kasih...
atau kita menyimpannya dulu dan menunggu sang pemilik menelpon kemudian menjemputnya di tempat kita dengan berjuta ucapan terima kasih,karna dianggap penyelamat data-datanya dan mungkin juga sedikit hadiah ...
Dan coba juga bandingkan dengan apa yang akan kita lakukan ketika kita melihat seorang wanita setengah baya yang duduk di belakang stir mobil mewahnya terdesak di bawah ancaman sekelompok orang jahat..??
Apa juga yang kita lakukan ketika kita melihat seorang wanita muda dan cantik di bawah ancaman sekawanan penjahat di jalan sempit..??
masih adakah prinsip "asal jangan gue" di hati kita ??
kalau jawaban kita "Tidak",maka kenapa harus berbeda, kebaikan yang kita tebar ??
dan kenapa harus ada perbedaan ketika kita membalas kebaikan..??
Pada dasarnya nurani kita akan berkata bahwa kebaikan yang kita berikan bukan untuk sebuah ucapan atau bingkisan, tapi untuk diri kita dan keluarga kita, untuk orang-orang yang kita cintai, untuk generasi kita, karna membiarkan kebathilan terjadi berarti kita telah membiarkan kejahatan berkembang dan kelak juga mungkin akan menimpa kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita cintai.... karna orang-pun akan bersikap "asal jangan gue"
Mari lawan kebathilan....
Karena nurani tak pernah ber-mata...
Karena Kebaikan tak pernah memandang pada apa dan siapa...
semoga berkenan..
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik
Untuk Adinda....

Nasehat aku sebagai orang brengsek ...
Kekhawatiran aku sebagai kakak...
untuk adindaku yang beranjak dewasa...
Jika Engkau keluar nanti malam bersama kekasihmu..
berkomitmenlah kepada orang tuamu,
untuk pulang sebelum larut malam,
karna komitmen sejak dini akan sangat indah dan sangat bermanfaat untukmu kelak..
Jika kekasihmu merayumu, menggoda dengan kata-kata manisnya,
maka filterlah dengan filter Imanmu jangan dengan filter logikamu,
karna engkaupun tahu bahwa kaummu lebih mendahulukan emosinya daripada logikanya..
Jika kekasihmu mengajakmu menjauhi keramaian,
ingatlah olehmu dan ingatkan kekasihmu bahwa mahluk yang ketiga diantara kalian adalah setan,
aku ingatkan sebuah fakta untukmu dari negri serba bebas Amerika,
bahwa malam akhir pekan justru menjadi malam menakutkan untuk para gadis di sana,
karna kekerasan seksual yang terjadi sepanjang tahun disana 50%-nya terjadi di malam akhir pekan...
Jangan berbuat melebihi batasan-batasan-NYA,
karna aku berikan sebuah fakta lagi bahwa wanita yang menikah dalam keadaan tidak virgin,
75% mereka justru menikah dengan orang yang bukan "mem-virgininya",
dan kalau kekasihmu memaksamu berarti dia tidak menyayangimu bahkan hanya merusakmu...
seperti orang bijak bilang,
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya..
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran..
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa..
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat
bekerja,
Tetapi dari bagaimana dia dihormati di dalam rumah..
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan..
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
Tetapi dari hati yang ada dibalik itu..
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yg memuja,
Tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya..
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan,
Tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan..
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,
Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca..
Buat adinda- ku, agar engkau tak salah memilih ....

be inspired..
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik
Haruskah Hati Menciptakan Jarak

Suatu Hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?" Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."
"Tapi..." sang guru balik bertanya,
"lawan bicaranya justru berada di sampingnya, Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan.
Sang guru lalu berkata, "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat.
Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah.
Dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."
Sang guru masih melanjutkan, "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus Dan kecil.Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.
Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.
"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan Mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."
Sang guru masih melanjutkan, "Ketika Anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Anda."
Kemarahan hanya akan menciptakan jarak
Jarak hanya menciptakan Perpecahan
Perpecahan hanya mendatatangkan Bencana
bersabar tetap menjadi pilihan yang terbaik...
semoga berkenan
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik
*spesial thanks to my brother Hadianto Koswara, our Allah Blessing U
Jika Cinta..

Kali ini saya akan bercerita tentang Kisah Cinta...,hemmm.. sebuah kata yang tak pernah habis untuk di ceritakan,karna kata orang Cinta itu frekuensi terbesar yang memancar dalam jiwa dan membuat kita terus semangat untuk melakukan aktifitas kita... :)
Kisah tentang sepasang kekasih yang sedang mencoba membuat kerangka cinta mereka, hingga kelak menjadi sebuah perahu yang siap untuk berlayar,pada suatu malam sang gadis bertanya pada kekasihnya,pertanyaan biasa yang mungkin pernah kita alami..,
"Bang kenapa Abang mencintai aku ??
lalu si pria menjawabnya dengan sebuah pertanyaan;
"de'...kenapa engkau mencintai Tuhan-mu ? padahal DIA kasatmata ?
kenapa engkau mencintai orangtua-mu ?
kenapa engkau butuh makan ?
Lalu si gadis menjawab;
karna Tuhan-ku pencipta aku dan semua semesta ini
karna orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan aku
karna makan itu kebutuhan bang....
Lalu si priapun berkata;
Begitupun aku, karna aku kekasihmu,
karna aku membutuhkanmu dan sebaliknya
karna cinta-ku tak membutuhkan alasan
karna alasan pasti bisa terbantahkan oleh alasan
karna cintaku tumbuh dari hati bukan dari alasan...
Oke.." si gadispun kembali bertanya;
Lalu seberapa besar cinta abang padaku ?
"seberapa besar?,untuk yang satu ini aku minta ma'af"jawab si pria
aku hanya punya cita cita untuk membahagiakanmu dan anak-anak ku kelak
namun aku tak sanggup untuk mencintaimu sepenuh jiwa dan ragaku
kenapa bang!!tanya si gadis
karna aku takut engkau kecewa dengan sepenuh jiwamu jika kelak engkau mengetahui sisi burukku
akupun takut aku kecewa dengan sepenuh jiwa dan ragaku jika aku mengetahui sisi burukmu kelak,karna kekecewaan kita akan menjadi penyesalan kita,
aku takut Tuhan berkehendak lain kepada kita,dan engkau menjadi orang yang paling aku benci sepenuh jiwa dan raga ku,aku takut dan aku tak sanggup untuk itu.
hmmmm...oke,masuk akal" kata si gadis
Lalu apa yang abang pikirkan tentang aku ?
si priapun mejawab;
aku sering memikirkanmu,bahkan aku memikirkan tentang pernikahan dan malam pertama kita...:)
oh ya....apa yang abang pikirkan ? tanya si gadis
"aku memikirkanmu dari ujung rambut indahmu sampai ujung kaki indahmu..
aku memikirkan kelak setiap helai rambut indahmu yang nampak oleh orang lain akan menjadi dosa bagiku sebagai suami...
setiap lekuk tubuhmu yang indah yang mengundang syahwat akan menjadi dosa bagiku
sebagai suami..."
Di malam pertama kita kelak, aku ingin kita membersihkan diri dengan niat suci, lalu membentangkan permadani dan menghadap kiblat untuk memohon restu Ilahi di perjalanan panjang kita
aku ingin engkau mulai memakai seprangkat alat sholat yang aku jadikan mahar untuk menjadi makmumku sepanjang hidupmu
aku ingin engkau melantunkan ayat-ayat suci-NYA dari Al-Qur'an yang aku jadikan mahar, sebagai tanda engkau siap menjalankan amanatNYA dan amanatku apapun yang terjadi....
Dan sekarang aku yang bertanya padamu, apa yang engkau lihat dari aku de' ??
"Bang, apapun yang terjadi...lamar aku segera menjadi makmum-mu"
= :-)
Jika Cinta.....
ketika engkau membutuhkan alasan untuk dicintai...
aku akan terpaksa menjawab...
karna engkau cantik..
karna engkau perhatian..
karna suaramu merdu kudengar..
karna senyummu...
karna setiap gerakanmu..
bla..bla..bla...
tapi...
ketika semua hilang dari dirimu..
ketika kecantikanmu tergores..
ketika suaramu tak lagi merdu..
ketika engkau tak mampu lg memberi perhatian kepadaku...
ketika senyummu tak dapat kunikmati...
ketika bergerakpun sulit bagimu..
apakah aku masih mempunyai alasan untuk mencintaimu.. TIDAK
TAPI...apakah aku masih mencintaimu...? YA
karna bagiku CINTA TAK MEMBUTUHKAN ALASAN...
KETIKA CINTA DATANG PADAMU...
JANGAN PERNAH
MEMINTANYA ALASAN,
KENAPA DIA MENCINTAIMU...
be inspired....
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik
Kasih Ibu Sepanjang Masa

Masih tentang wanita luar biasa di dekitar kita, Kisah ini tentang kasih sayang seorang ibu,walau sang anak mendurhakainya..
kisang tentang seorang anak yang mempunyai seorang ibu yang cacat, dengan satu mata..
dan sang ibu bekerja memasak untuk murid-murid dan guru di tempat si anak sekolah, untuk menghidupi keluarga...,
suatu hari sang ibu mendatangi memberi salam pada anaknya yang sedang sekolah..
si anak merasa malu dan berkata dalam hatinya 'bagaimana dia bisa melakukan itu dihadapan teman-teman ku?,sang anak mengabaikan salam ibunya dan dan melemparkan pandangan benci padanya dan berlari menjauhi ibunya.
keesokan harinya..,teman teman kelasnya mengejaeknya dan mengatakan " eee..ibumu hanya punya satu mata..." dia merasa malu sekali,dan marah kepada ibunya,dia menginginkan sang ibu pergi dari kehidupannya..
di rumah dia bertengkar dengan ibunya dan berkata " bahwa ibu hanya menjadi bahan tertawaan teman-temanku..,mengapa ibu tak mati saja.." sang ibu diam tak menjawab
sementara sang anak,karna amarahnya dia tidak pernah berpikir sama sekali tentang ucapannya,tentang perasaan sang ibu, yang ia pikirkan hanya bagaimana dia bisa keluar dari rumah tersebut, keluar dari bayang-bayang ibunya..
maka dia belajar dengan keras agar bisa mendapatkan beasiswa sekolah ke luar negeri..dan harapannya terkabul.Sang anak sekolah di luar negeri, bekerja ,membeli rumah, hingga menikah dan punya anak di luar negeri tanpa sekalipun mengabari keadaannya pada sang ibu..
Karna tak tahan menahan rindunya sang ibu akhirnya pergi mengunjungi sang anak di luar negeri..,mengunjungi menantunya yang belum pernah ia kenal, mengunjungi cucu-cucunya yang belum pernah ia lihat..
ketika sampai depan pintu rumah anaknya, cucu-cucunya menertawakannya sambil berlari lalu sang anak berkata " Betapa beraninya kamu datang ke rumahku Dan menakut-nakuti anakku..PERGI DARI SINI SEKARANG!
sang ibu menjawab perlahan " ma'af saya salah alamat"
Hari terus berlalu..,hingga datang sebuah undangan reuni dari sekolah di kampung halamannya, dengan berbohong kepada istri bahwa ada tugas keluar kota dia akhirnya pulang untuk menghadiri reuni tersebut.., selesai acara reuni dia iseng mampir ke kampung halamannya sekedar rasa ingin tahu, lau tetangganya memberi kabar padanya bahwa ibunya telah meninggal dunia..,
dan dia sama sekali tidak terharu dan sama sekali tidak meneteskan air mata..,
lalu tetangga tersebut menyerhkan sepucuk surat dari ibunya untuknya
Anakku tersayang...
Aku memikirkanmu setiap waktu
Maafkan aku datang ke rumahmu dan membuat takut anak2mu
Aku sangat gembira ketika kudengar kau akan datang ke reuni
Tapi sayangnya aku tak bisa bangkit dari tempat tidur untuk melihatmu
Maafkan aku yang membuat malu kamu saat kita masih bersama
Ketika kau masih kecil,
kau mengalami kecelakaan yang membuatmu kehilangan matamu
Sebagai ibu, aku tak bisa berdiam diri membiarkanmu tumbuh dengan 1 mata saja
Jadi… kuberikan 1 mataku padamu
Aku sangat bangga pada anakku yang telah memperlihatkanku dunia baru untukku
Di tempatmu, dengan mata itu
Bersama cintaku…
(Dari Ibumu….)
-------------------------------------------------------------------------------------
"SubhanAllah...,Maha suci Engkau Ya Allah.."
"Na'uzdubillAhi min dzalika.." aku berlindung pada-MU dari kisah diatas..
Si Penulis cerita menyudahi ceritanya dengan sebuah tanda tanya di hati kita, bagaimana perasaan sang anak saat mengetahui bahwa mata yang ia pakai adalah mata sang Ibu yang selama ini dia benci....
Satu malam saya memikirkan kisah tersebut diatas, membayangkannya..
pertama saya mencoba memposisikan diri saya sebagai si anak
dan saya sangat teramat TIDAK SANGGUP
Lalu saya mencoba memposisikan diri saya menjadi istrinya
saya pun TIDAK SANGGUP untuk menjadi istrinya..
lalu saya mencoba lagi untuk menjadi anak-anaknya
lagi-lagi saya TIDAK SANGGUP untuk memiliki ayah seperti dia
yang terakhir saya coba untuk menjadi orang yang mengenal dia
sayapun TIDAK SANGGUP memiliki teman seperti dia...
begitu besar kasih sayang ibu kepada anaknya...
I love U mom...U r my Kartini.....
( Kisah di atas di kirim sahabat saya H Koswara di Bahrain-'Allah Blessing You')
Oasis di tengah gurun (2)

Bungaku
Terima kasihku Tuhan..
yg telah membuka stomata bungaku..
hingga segarnya udara pagi dapat dihirup...
Terima kasih tuhan....
telah memberi kehidupan pada bungaku...
hingga ia mekar menggairahkan pandanganku.....
Meski aku tau...
udara yang dihirup karna beratnya beban gas oksigen dan karbon dioksida.....
Meski aku tau...
telah ada kumbang yang datang menghisap madunya..
Aku bukan cowok romantis...
yang akan memetikmu...
menyanjungmu...
mencumbui harummu...
lalu menjadikanmu hiasan di meja kerjaku...bunga-ku
Aku hanya ingin merawatmu...
melindungimu dari teriknya matahari..,
dari derasnya hujan..
hingga engkau layu karna takdirmu...
begitupun aku,
bungaku.....
Sebuah puisi yang tersimpan rapi dalam lembaran otakku dari mas bayu-ku,
"Bunga? bunga bangkai ya ?" candaku pada mas bayu.
"iya, bunga bangkai yang tumbuh di istana hatiku" ujarnya.
hmmm......
sosok sederhana dari seorang sarjana pertanian,anak dari seorang mantan lurah di kampungnya,bagiku keluarga mas bayu sudah menjadi bagian hatiku bahkan sebelum aku masuk dalam keluarga sesungguhnya, dulu,dalam "pelarianku" aku pastikan untuk selalu mampir ke rumah ini, jika aku kebetulan harus "melobi" pejabat di kota ini untuk sebuah proyek perusahaanku.
Waktu itu mas bayu selalu menolak aku pinang untuk bergabung dengan perusahaanku, dia lebih senang mengaplikasikan ilmu-ilmunya dengan terjun langsung di sawah, sebuah tawaran nepotisme-pun di tolaknya dari keluarga yang ada di birokrasi.kini,justru aku yang di pinang untuk masuk dalam "perusahaannya".
hmmm...aku tak pernah bosan membayangkan lelaki ini padahal dia telah menjadi milikku.
Hari-hari aku lalui dengan normal, layaknya ibu rumah tangga lainnya, setiap siang aku pergi ke "kantor" mas bayu membawakan masakan kesukaannya lalu makan bersama di atas gubuk bambu di tengah sawah,sebuah kenikmatan yang mulai ditinggalkan orang.
Kebaikan mas bayu dan keluarganya pada masyarakat sekitar, membuat aku mudah bergaul dengan semua orang,aku mencoba mencuci jiwa kotorku dengan aktif di berbagai lembaga keagamaan di kampung ini,suasana yang membuat aku melupakan kematianku, melupakan masa lalu kelamku,bahkan aku lupa bahwa aku seorang ODHA, di tambah kedatangan orang tua setiap 2-3 bulan sekali,membuat aku semakin menjadi manusia sempurna.
Kalau ada yang sering aku risaukan hanya ketakutanku pada masyarakat awam terhadap penyakitku,
"nggak usah takut de', ketakutanmu hanya akan menjadikamu lemah.." ujar mas bayu tentang kerisauan aku
Tapi mas...
ussst...,aku ngga mau kamu tunjukkan ketakutan itu, kamu sudah tunjukkan kekuatanmu pada aku, pertahankan ya" potongnya sambil meletakkan jarinya di bibirku.
"ok mas, sampean energy aku mas,sampeanlah suplemen yang menghambat laju virus di tubuhku"
"iya tah..?kalau aku suplemen, rasanya kayak apa de"?kami pun larut dalam canda.
Ternyata kegelisahanku semakin menjadi, ketika kami pergi ke ibukota provinsi untuk rutinitas pengobatan pada dokter spesialis kami, mas bayu bertemu seorang warga di kampungnya yang datang menemui kerabatnya yang menjadi suster di tempat tersebut.
"sampean bilang apa mas, sama bapak itu ?" tanyaku
"aku bilang dokter gunawan ini sahabat aku.."
ooo....
"sampean belum siap jujur ya mas ?
aku..? aku siap kok, kamunya ?
ngga' tau " ujarku menggelenggan kepala.
Jujur aku belum begitu siap terhadap reaksi masyarakat awam terhadap apa yang aku alami, pengetahuan minim mereka yang membuat aku belum begitu siap, inilah yang aku khawatirkan selama ini,walaupun aku yakin bom itu pasti akan meledak pada waktunya, dan kekhawatiran ini juga aku ungkapkan pada ayahku.
"hadapi nak..,hadapilah..,
engkau sudah sering menghadapi kerasnya hidup ini...
engkau pasti bisa melaluinya..." komentar ayahku tentang hal itu.
waktu akhirnya bicara juga, ketika dalam kegiatan keagamaan seorang ibu bertanya padaku;
"de'...ma'af ya, sekali lagi ma'af saya mau tanya..
apa betul kamu kena penyakit Aids ? "
Dunia seakan berhenti berputar tak kudengar suara yang lain kepalaku serasa berat..
"Ibu kata siapa..? tanyaku
"suami aku katanya ketemu sama suami kamu di kota kemaren, waktu menjumpai saudaranya di sana...
apa bener de'...?"
aku terdiam, lidah ini kelu kepalaku seakan tak mampu ku topang, aku terdiam dalam bingungku aku tak mampu menjawab,aku-pun pamit pulang dengan alasan tak enak badan, kutinggalkan acara keagamaan itu dengan beribu pertanyaan dihati...apa yang akan di bicarakan ibu itu sepeninggal aku ?
kubenamkan langsung tubuh ini di ranjangku setibanya di rumah,
"Ya Rabb-ku..beri aku kekuatan seperti engkau memberiku kehidupan"
"aku yakin akan Ar-Rahman dan Ar-Rahim-Mu.., aku sangat meyakini itu.."
ku peluk mas bayu setibanya di kamar,walau masih dengan aroma sawahnya, kuceritakan kejadian yang ku alami.
"tetep tenang ya de'..."
"kita sedang berlayar, hari ini mungkin angin bertiup tidak sesuai dengan keinginan kita tapi aku punya layar agar kita tetap sampai di pulau bahagia kita"
"Aku akan pastikan kamu tiba di sana apapun yang terjadi"
"beri aku kekuatanmu agar aku bisa melawan semua ombaknya"ujar mas bayu puitis.
Kata-katanya selalu mampu menyejukkan hatiku, hingga aku mampu tenang dan merasa tentram bersamanya.
"Mas,ngomong ngomong,kata-kata tadi dapet inspirasi dari mana?" akupun mulai senyum
"dari.... orang-orangan sawah..." dan kamipun kembali larut dalam bahagia kecil kami
Namun tidak demiian dengan dunia luar, aku mulai merasakan keengganan orang-orang, di sebuah acara bahkan beberapa orang menjauhiku, tak mau duduk berdampingan denganku,
"kabar ini pasti telah menyebar" bathinku.
aku yakinkan semua sebagai ketidakmengertian mereka terhadap penyakitku, kutabahkan diriku dalam dzikir-dzikir-NYA, karna hanya DIA yang mampu menenangkan jiwa-ku, apapun yang terjadi aku harus kuat.
Tuhan-ku sedang mengujiku,di sebuah malam di rintik hujan sepulang dari sebuah acara, aku dihadang oleh beberapa pemuda yang mungkin agak mabuk, mereka mulai menghujaniku kata kata kotor padaku,
"wah...,cantik-cantik punya penyakit Aids toh.."
"bekas lont* ya...." mereka menertawaiku
"pantesan aja banyak yang gagal panen di kampung ini"
"rupanya ada pembawa sial di kampung ini..."
mereka terus menghadang jalanku,bahkan yang lain merampas payungku.
"Tapi....masih cantik kok,bodynya juga masih oke,pantes aja si bayu tergila-gila" kali ini pemuda lainnya yang bicara
"si bayu bukan tergila-gila, tapi bener-bener gila"
kata-kata terakhir membuat aku sedih, mereka boleh menghinaku tapi tidak dengan mas bayu-ku,mereka tak pantas mengeluarkan kata-kata tersebut untuk lelakiku.
" Ya Allah, aku terima ini sebagai sebuah ujian dari-MU "
" rangkul aku dengan selendang sabar-MU...Ya Allah "
" jangan biarkan aku jatuh dalam kendali iblis, beri aku kekuatan-MU ya Rabb"
"bubar.....jangan ganggu dia" ku lihat seseorang berlari menujuku.
ternyata mas bayu yang datang,inilah pertama kali aku mendengar suara mas bayu yang bergetar karna penuh amarah dan ternyata ayah mertuaku datang di belakang mas bayu membawakan payung untukku, tangisku pecah dalam pelukan mas bayu, sedang segerombolan pemuda tadi melarikan diri.
" kamu ngga apa-apa de '..." ucapan pertama yang di keluarkan mas bayu di antara tetes air mataku.
"Mereka mulai berani menebar angin denganku"
"mereka mulai berani mengganggu keluargaku" kudengar suara getar ayah mertuaku.
kamipun pulang di bawah sorotan puluhan pasang mata.
Sesampai di rumah ibu menyambut haru kami, lalu ayah mertuaku mulai mengumpulkan keluarga besarnya.satu persatu keluarga mas bayu berkumpul membahas apa yang baru aku alami tapi bukan untuk membalaskan perbuatan mereka padaku, mereka ingin mencarikan jalan keluar atas apa yang baru saja aku alami..
aku begitu salut dengan kepemimpinan ayah mertuaku, begitu tegas dibalik kasih sayangnya,begitu lemah lembut dalam ketegasannya.
awalnya aku dan mas bayu menyarankan untuk meninggalkan kampung ini,sebuah keputusan yang di tentang oleh semua keluarga,
"aku tidak akan mengikhlaskan kepergian kalian nak.."
"tidak dalam keadaan terluka.." kata ayah mertuaku.
akhirnya sebuah kesepakatan di capai,bahwa kami akan mengundang pihak muspida dan beberapa dokter ke kampung kami untuk memberikan pengarahan pada masyarakat awam.
malam itu juga ayahku berangkat dari kampungku untuk menjengukku setelah ku ceritakan apa yang terjadi.
keesokan hari di saat keluarga besar kami sedang menikmati secangkir kopi, kami dikejutkan oleh datangnya kelompok masyarakat dengan teriakan-teriakan penuh amarah.
"ada apa ini...?" kata ayah mertuaku menyambut mereka.
"kami tidak punya urusan dengan bapak...
kami hanya ingin menantu bapak keluar dari kampung ini..." teriak mereka.
"kalian tekah memasuki halaman rumah-ku, berarti kalian berurusan dengan aku...
dan apa hak kalian mengusir anakku dari rumahku...? jawab ayah mertuaku.
"menantu bapak memiliki penyakit terkutuk....
"dia hanya akan membawa sial kampung ini...." lanjut seorang diantara mereka.
"Jaga mulut kalian....dan keluar dari halaman rumahku..." ternyata Ayah mertuaku maju dengan parang di tangan, lalu perlahan masssa mundur dari halaman rumah kami, satu persatu laki-laki dari keluarga besar mas bayu maju mendampingi ayah mertuaku,
" yang terkutuk di alam ini hanya Iblis, jadi jaga ucapan kalian...,tak ada seorangpun dari kalian yang pantas memaksa anakku pergi.."lanjut ayah mertuaku.
"Ya..Rabb-ku, hukum aku atas dosa-dosaku hanya pada diriku...,jangan kau timpakan pada orang-orang yang aku sayangi..
beri kami semua yang disini sabar-MU" batinku,
"kalau ada yang mulutnya tak pernah melakukan maksiat..boleh berteriak mengusir anakku.."
"kalau ada yang kakinya tak pernah melakukan dosa..boleh masuk ke halaman rumahku.."
"dan kalau ada yang tangannya tak pernah melakukan hal terlarang...maka dia boleh menarik anakku dari rumahku.." Lanjut ayah mertuaku yang disambut dengan diam.
"kalau kalian pernah melakukan maksiat pada semua itu..,maka kalianlah pembawa sial pada diri kalian masing-masing.." tunjuk ayah mertuaku pada mereka.
dalam hening tiba-tiba seorang lelaki yang di kenal sebagai preman pasar masuk menghadap ayah.
"apa kamu ndak pernah melakukan dosa seumur hidupmu" kata ayah mertuaku adanya.
"bukan begitu pak..justru aku manusia penuh dosa maka aku berdiri di depan bapak menentang mereka..."lelaki itu menunjuk ke arah massa.
sebuah tindakan berani yang justru mengundang beberapa orang lainnya masuk dalam "kelompok" kami bahkan beberapa ibu-ibu, sehingga terbentuklah dua kelompok yang berhadapan.
Dalam suasana tegang tiba-tiba masuk seorang ibu di kelompok kami padahal sang suami di kelompok yang berlawanan, sebuah tindakan yang langsung mendinginkan suasana karna orang-orang meledek keduanya,dan sang suami dalam keadaan bingung meninggalkan kelompoknya serta mengajak istrinya untuk pulang.
tak lama berselang tokoh masyarakat beserta pihak muspida yang kami undang tiba menenangkan masyarakat lalu meminta massa untuk berkumpul di aula desa,lalu sebagian dari kami membubarkan diri.
dan tak lama kemudian ayahku ternyata tiba bersama ibuku dari kampung,kamipun menyambut ayah dan ibuku.
Setelah beristirahat,kami berkumpul di ruang keluarga,ternyata ayahku ingin mengajak aku dan mas bayu untuk liburan menenangkan diri di kampungku,tapi kemudian rencana berubah menjadi sebuah niatan syukuran kecil di kampung halamanku atas pernikahan kami,maka keesokan hari aku,mas bayu dan ayah ibu kami berangkat ke kampung halamanku untuk niatan tersebut,dalam perjalan aku mendengar kabar bahwa masyarakat meminta ma'af pada kami dan keluarga kami atas tindakan mereka,sebuah kabar yang teramat menyejukkan hatiku.
setibanya di kampungku, setelah penyambutan mas bayu dan keluarganya,kurebahkan tubuhku di kamar yang telah lama kutinggalkan, kulihat goresan benda tajam di dinding kamar dari tangan ayahku; " Hasna, ayah sangat sayang padamu "
Tamat.
"TERKADANG KITA SIBUK MENCARI AIB SESAMA....
SEHINGGA KITA LUPA BAHWA KITAPUN HAMBA-NYA YANG BERKUBANG DOSA."
==========================================================================
WhatEver..apapun yang terjadi hidup harus lebih baik..
* coretan fiksi ini aku persembahkan untuk teman-teman ODHA, tetap berikan yang terbaik semoga yang terbaik akan menjadi takdir kalian..(keep smile..)
* untuk my missing friend M Abduh "Bayu" Pabe di Palopo..( where are you?)
* untuk semua orang yang aku sayangi dan cintai.
* untuk ANDA..
Oasis di tengah gurun

Begitu damai kurasakan kota ini, begitu menentramkan hatiku yang sebenarnya dalam kegalauan, 6 bulan sudah aku tinggal di kota ini, dengan orang-orang yang begitu menyayangiku dan mengasihiku, Ada Mas Bayu yang begitu sangat mulia di hadapanku,ada keluarganya yang begitu mengerti kondisi aku,mereka telah membuka mataku tentang Tuhan,merubah persepsiku tentang Tuhan ternyata begitu sayang Tuhan padaku.
Berbeda dengan satu tahun yang lalu, ketika sebuah diagnosa memvonisku, menghukumku atas semua dosa-dosa ku, mencabik-cabik hatiku yang memang telah hancur,meluluh lantakkan semua impian dan cita-citaku tentang dunia,aku berteriak dengan lantang pada Tuhan " Kenapa tak kau cabut Roh Ini dari Ragaku,agar tak kurasakan lagi nikmat-MU dan Siksa-MU,Engkau Tidak Adil Tuhan, kenapa hanya aku yang Engkau beri Siksa ini,ada banyak orang yang telah menikmati dosa ini,kenapa hanya aku..?"
Dosa yang memang akhirnya aku nikmati, ketika lima tahun yang lalu ayahku yang aku segani, ayah yang sangat disegani masyarakat di kampungku, mengejar aku dengan sebilah badik di tangannya, sewaktu aku datang dengan membawa seorang lelaki yang bukan muhrimku,Mas Bayu...seniorku di kampus yang datang ingin mencari kayu hitam di kampungku,
" Massiri'.." kata Ayahku," inikah adat yang engkau bawa dari sekolahmu di kota.."
Aku sering mendengar cerita tentang adat ini dari orang-orang tua di kampungku, namun aku mengangapnya hanya sebagai dongeng bukan sesuatu yang pernah terjadi, sebagai orang yang disegani di kampungku, ayahku malu dengan omongan orang yang aku jumpai sebelum aku tiba,beliau malu aku tlah melanggar adat kampungku,yakni berduaan dengan orang yang bukan muhrimku, dongeng itu menimpaku..
"Lari hasna..lari.., justru menjadi kata-kata terakhir yang aku dengar dari ibuku, aku lari, lari meninggalkan orang orang yang aku sayangi, lari menjauhi kampung halamanku,
dalam galauku bahkan aku lari menanggalkan baju-baju kehormatanku,lari melewati batasan-batasan-NYA, bersandar di pelukan-pelukan sang Iblis, meninabobokanku dengan keindahan dunia, dan egoku bertiak lantang " begitu mudah ku taklukkan dunia, bahwa aku mampu berdiri di atas kaki ku"
tapi tanpa sadar keindahan itu menghempaskanku ke medan ranjau yang siap meledakkanku ,menghancurkan seluruh jiwaku, merendahkanku dihadapan sang Rabb dan Ciptaannya, aku tervonis positif HIV..!!, sebuah aib yang begitu ditakutkan oleh seluruh mahluk jagat ini...,
Hari-hariku pun kulalui dengan menyendiri, kulupakan semua cita tentang dunia, kulupakan semua mimpiku tentang indahnya sebuah cinta,karna tak mungkin lagi aku mendapatkannya, tapi tidak dengan mas bayu, dialah lelaki yang justru mendekat ketika semua lelaki menjauhi, dialah orang yang mengisi hari-hari ku dengan guyonan guyonan segarnya, membangkitkan semangatku akan hidupku..,
perlahan meluruskan jalanku..,
bahkan merubah persepsiku tentang mahluk yang bernama Lelaki..,
aku sering menilai lelaki sejati dari banyaknya wanita yang memujanya, bukan dari komitmennya menghormati wanita..,
aku sering memuji lelaki sejati dari seberapa kekar bahunya, bukan dari seberapa besar perlindungan dan kasih sayangnya terhadap wanita.
mas bayu berbeda dengan lelaki yang sering aku jumpai, kupikir mas bayu adalah type lelaki sejati..,
Terkadang diantara khusyu' ku memohon AmpunanNYA kuselipkan Do'a untuk Mas Bayu,
bahkan do'a-do'a yang mustahil untuknya..,hmmmm..... aku mulai menyayangi lelaki ini, lelaki tepat di saat yang tidak tepat,mengapa baru sekarang engkau buka mataku ya Rabb...pikirku saat itu.
sampai suatu hari,tepat pada hari ulang tahunnya dia datang atas undanganku dan melayangkan permintaan yang teramat gila, agar aku mau menjadi istrinya..!!
"sampean becanda mas,sampean ngga' waras mas...,
kehadiran sampean sudah cukup mengidupkan aku.."
" aku serius de'.."Ujarnya tanpa ekspresi senyum
"lupakan mas, aku wanita menjijikkan, akan terlalu beresiko..."
"De' kita di ciptakan dari sesuatu yang menjijikkan...
dan resiko slalu ada di setiap kaki ku melangkah bahkan sebelum mata ini terjaga, mengapa harus aku takutkan resiko yang jelas nampak di hadapan ku.."
"mas,demi Zdat yang nyawaku berada di TanganNYA, kata-kata sampean adalah kata-kata yang aku nantikan keluar dari mulut seorang lelaki..,sampean terlambat mas, aku menanti kematianku aku sudah cukup bahagia dengan kehadiranmu dan aku tak mungkin bisa membahagiakanmu..,
"Nyawa kita berada di genggaman-NYA de'...,
"kalau memang kematian yang engkau nantikan, ijinkan aku menjadi orang terakhir yang engkau sayangi...
biarkan aku menjadi manusia terakhir yang engkau lihat sebelum matamu tertutup untuk selamanya..,
Tuhan mungkin baru memberikan kesempatan kepadaku sekarang..,
kesempatan yang ku balut dengan keputusan...,
izinkan aku menikahimu..,membahagiakanmu..,
karna bahagiamu akan menjadi bahagiaku...
begitupun sebaliknya.."
akulah lelaki bodoh yang membuatmu lari hasna, seharusnya aku tidak membiarkanmu terjatuh......."kulihat matanya berkaca
Bathin ku bergejolak, antara cinta dan sedih, semakin keras aku melarangnya, sekeras itu pula dia maju,disitu aku sadar bahwa cinta memang buta.
Takbirku untuk-MU YA Rahman..,Tahmidku untuk-MU Ya Rabb..,
aku tak mampu membendung keagungan rasa cinta ini Ya Rabb..
biarkan ku tanggung sendiri dosa-dosa ku ini..,
jangan Engkau bebankan untuk lelaki sejatiku..ku mohon ya Rabb..,
demi keikhlasannya menjalankan perintah-MU..,
"hidupku untuk mu mas, tawaku untukmu, kebahagiaanku untuk mu mas.., biar kesedihanku yang menjadi milikku..,
"hmmm..,peluk tulusku untukmu mas,aku tak pernah memeluk lelaki sebahagia aku memelukmu..
Hingga saat yang ku nanti tiba,Tuhan menjawab mimpiku-mimpiku ,
bahagiaku terlengkapi aku berada diantara orang-orang yang aku sayangi,
ayah,ibu,dan adik-adikku datang menumpahkan kerinduannya padaku
dan rinduku pada mereka, aku ingat betul kata- kata ayah ketika hendak memelukku..
"Begitu jauh engkau lari anakku, kau tau...ketika ayah marah padamu ayah tulis di halaman tanah depan rumah kita,betapa ayah benci engkau, tapi... ayah pahat di dalam rumah kita,betapa ayah sayang padamu...
"ketika esok turun hujan,tulisan di halaman rumah kita sudah hilang anakku..,
tapi... tidak di dalam rumah, hinnga kini tulisan itu tetap ada...,
bahwa ayah sayang padamu,ayah teramat sayang padamu hasna..",
ma'afkan ayah yang telah menyebabkanmu jatuh terlalu dalam..,
ma'afkan ayah hasna..."
"Ayah tidak perlu minta ma'af, aku yang salah telah menjatuhkan diri ketempat yang salah,bukan Ayah, aku telah membuat malu ayah untuk kedua kali..,aku tak bisa membuat ayah bangga ampuni hasna ..ayah..."
Tangis bahagia kami pecah, tak ada yang perlu disesalkan lagi,
aku bahagia di tengah deritaku, tlah ketemukan oasisku..,
kini aku isi hari-hari ku dengan kebajikan dan kebaikan..
aku curahkan semua kemampuan terbaikku untuk para malaikatku dan untuk orang-orang di sekitarku, semoga yang terbaik tetap menjadi milikku....
Aku lantunkan Kalam-Kalam SuciNYA..
"Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan...."
=================================================================
WhatEver..apapun yang terjadi hidup harus lebih baik..
* coretan fiksi ini aku persembahkan untuk teman-teman ODHA, tetap berikan yang terbaik semoga yang terbaik akan menjadi takdir kalian..(keep smile..)
* untuk my missing friend M Abduh "Bayu" Pabe di Palopo..( where are you?)
* untuk semua orang yang aku sayangi dan cintai.
* untuk ANDA..
Jika Cinta

Kali ini saya bercerita tentang Kisah Cinta...,hemmm.. sebuah kata yang tak pernah habis untuk di ceritakan,karna kata orang Cinta itu frekuensi terbesar yang memancar dalam jiwa dan membuat kita terus semangat untuk melakukan aktifitas kita... :)
Kisah tentang sepasang kekasih yang sedang mencoba membuat kerangka cinta mereka, hingga kelak menjadi sebuah perahu yang siap untuk berlayar,pada suatu malam sang gadis bertanya pada kekasihnya,pertanyaan biasa yang mungkin pernah kita alami..,
"Bang kenapa Abang mencintai aku ??
lalu si pria menjawabnya dengan sebuah pertanyaan;
"de'...kenapa engkau mencintai Tuhan-mu ? padahal DIA kasatmata ?
kenapa engkau mencintai orangtua-mu ?
kenapa engkau butuh makan ?
Lalu si gadis menjawab;
karna Tuhan-ku pencipta aku dan semua semesta ini
karna orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan aku
karna makan itu kebutuhan bang....
Lalu si priapun berkata;
Begitupun aku, karna aku kekasihmu,
karna aku membutuhkanmu dan sebaliknya
karna cinta-ku tak membutuhkan alasan
karna alasan pasti bisa terbantahkan oleh alasan
karna cintaku tumbuh dari hati bukan dari alasan...
Oke.." si gadispun kembali bertanya;
Lalu seberapa besar cinta abang padaku ?
"seberapa besar?,untuk yang satu ini aku minta ma'af"jawab si pria
aku hanya punya cita cita untuk membahagiakanmu dan anak-anak ku kelak
namun aku tak sanggup untuk mencintaimu sepenuh jiwa dan ragaku
kenapa bang!!tanya si gadis
karna aku takut engkau kecewa dengan sepenuh jiwamu jika kelak engkau mengetahui sisi burukku
akupun takut aku kecewa dengan sepenuh jiwa dan ragaku jika aku mengetahui sisi burukmu kelak,karna kekecewaan kita akan menjadi penyesalan kita,
aku takut Tuhan berkehendak lain kepada kita,dan engkau menjadi orang yang paling aku benci sepenuh jiwa dan raga ku,aku takut dan aku tak sanggup untuk itu.
hmmmm...oke,masuk akal" kata si gadis
Lalu apa yang abang pikirkan tentang aku ?
si priapun mejawab;
aku sering memikirkanmu,bahkan aku memikirkan tentang pernikahan dan malam pertama kita...:)
oh ya....apa yang abang pikirkan ? tanya si gadis
"aku memikirkanmu dari ujung rambut indahmu sampai ujung kaki indahmu..
aku memikirkan kelak setiap helai rambut indahmu yang nampak oleh orang lain akan menjadi dosa bagiku sebagai suami...
setiap lekuk tubuhmu yang indah yang mengundang syahwat akan menjadi dosa bagiku
sebagai suami..."
Di malam pertama kita kelak, aku ingin kita membersihkan diri dengan niat suci, lalu membentangkan permadani dan menghadap kiblat untuk memohon restu Ilahi di perjalanan panjang kita
aku ingin engkau mulai memakai seprangkat alat sholat yang aku jadikan mahar untuk menjadi makmumku sepanjang hidupmu
aku ingin engkau melantunkan ayat-ayat suci-NYA dari Al-Qur'an yang aku jadikan mahar, sebagai tanda engkau siap menjalankan amanatNYA dan amanatku apapun yang terjadi....
Dan sekarang aku yang bertanya padamu, apa yang engkau lihat dari aku de' ??
"Bang, apapun yang terjadi...lamar aku segera menjadi makmum-mu"
= :-)
Jika Cinta.....
ketika engkau membutuhkan alasan untuk dicintai...
aku akan terpaksa menjawab...
karna engkau cantik..
karna engkau perhatian..
karna suaramu merdu kudengar..
karna senyummu...
karna setiap gerakanmu..
bla..bla..bla...
tapi...
ketika semua hilang dari dirimu..
ketika kecantikanmu tergores..
ketika suaramu tak lagi merdu..
ketika engkau tak mampu lg memberi perhatian kepadaku...
ketika senyummu tak dapat kunikmati...
ketika bergerakpun sulit bagimu..
apakah aku masih mempunyai alasan untuk mencintaimu.. TIDAK
TAPI...apakah aku masih mencintaimu...? YA
karna bagiku CINTA TAK MEMBUTUHKAN ALASAN...
KETIKA CINTA DATANG PADAMU...
JANGAN PERNAH
MEMINTANYA ALASAN,
KENAPA DIA MENCINTAIMU...
be inspired....
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik
Untuk Ananda...

Harapanku, Tekadku....
Untuk Anak-Anak ku kelak...,
aku tak akan membiarkan kalian mewariskan apa yang telah ada dalam darah negri ini, "Kebodohan dan Kemiskinan"
karna...kalian adalah Invsetasi terbaikku, aset termewahku...
Tak akan kubiarkan kalian akan menjadi "sampah" kolonialisme modern, yang mengabdi pada system kapitalisme yang hanya akan menginjak-nginjak mental kalian lalu meremukkan tulan-tulang kalian dengan UMR yang hanya cukup untuk membeli kain kafan kalian kelak..
Jika kalian harus menderita saat ini...,
maka derita kalian adalah derita tanah liat di hadapan seniman keramik yang akan membentuk kalian menjadi sesuatu yang bernilai tinggi....
Jika kalian terpaksa aku pukul...
maka pukulanku adalah pukulan si pandai besi yang akan menajamkan hati nuranimu setajam mata pedang..
jika aku kelak tak mampu membuatkan atap megah diatas kepala kalian,
aku akan bangunkan perpustakaan ilmu di dalam kepala kalian....
agar kalian menjadi Matahari yang selalu menerangi banyak orang..
agar kalian menjadi Bintang yang selalu menghiasi malam....
Aku akan membimbing..
menuntun kalian agar tak terjatuh dalam lubang yang sama dengan leluhur- leluhur kalian..
Jika kalian harus terjatuh juga...
maka jatuhlah untuk bangkit tertinggi kalian...
Karena candi borobudurpun tak di bangun dalam satu hari...
Jika kalian harus mundur....
maka mundurlah untuk lompatan terjauh kalian...
Bahkan Tuhanpun tak menciptakan alam semesta ini dalam satu hari...
Hingga jika kelak aku terbaring di sisi-NYA...
Makamku akan menjadi tempat favorit kalian..
Do'a kalian mengalir untuk semua dosa-dosaku kepada Rabb-ku..
Karna kalian tak pernah membanggakan "ayah orang lain.."
AMIN....
be inspired...
whatever...apapun yang terjadi hidup harus lebih baik
Labels
Blog Statistics
Widget by Blogger Widgets
Blog Statistics Widget


